Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Harga Minyak Global Didorong Naik Ketegangan Iran-AS

Harga Minyak Global Didorong Naik Ketegangan Iran-AS Kredit Foto: Reuters/Carlos Barria
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga minyak dunia bersiap mencatat kenaikan bulanan terbesar dalam beberapa tahun pada Jumat (30/1). Ia didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik dari Iran dan Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Reuters, Minyak Brent tercatat melemah ke US$70,50. Sementara West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) turun ke US$65,03. Meski melemah secara harian, kedua kontrak masih berada di jalur kenaikan bulanan signifikan.

Baca Juga: Medco Energi Cetak Produksi Migas 156 Ribu Barel di 2025

Ketegangan meningkat seiring pengerahan militer dari Amerika Serikat di Timur Tengah. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali mendesak adanya perundingan nuklir dengan Iran. Ia memperingatkan kemungkinan serangan militer jika mereka menolak. Iran pun merespons dengan ancaman serangan balasan keras.

“Hal ini memicu tambahan premi risiko dalam harga minyak karena pelaku pasar memperhitungkan potensi gangguan ekspor atau arus pasokan melalui Selat Hormuz,” ujar Analis Pasar IG, Tony Sycamore.

Iran merupakan salah satu produsen utama minyak dunia, sehingga setiap eskalasi konflik berpotensi mengganggu pasokan minyak global, khususnya melalui Selat Hormuz.

Pemerintahan Trump dilaporkan tengah menggelar pertemuan terpisah dengan pejabat senior pertahanan dan intelijen dari Israel dan Arab Saudi. Trump disebut masih meninjau berbagai opsi dan belum mengambil keputusan akhir terkait kemungkinan serangan.

Adapun Citigroup (Citi) memperkirakan negara itu kemungkinan akan mengambil langkah terbatas terhadap Iran. Citi menilai terdapat peluang 70% untuk skenario ini, yang mencakup aksi militer terbatas serta potensi penyitaan kapal tanker minyak.

Baca Juga: Ingin Lembapkan Kulit Berminyak Secara Alami? Bisa Pakai Susu hingga Madu

Prospek ketegangan yang berlarut-larut membuat pasar minyak tetap dibayangi ketidakpastian, dengan investor terus memantau perkembangan geopolitik yang dapat memicu lonjakan harga lebih lanjut dalam beberapa pekan ke depan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: