- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Harga Saham Terlalu Mahal, Emiten Grup Sinarmas (DSSA) Bakal Stock Split 1:25
Kredit Foto: Dian Swastika Sentosa
Emiten Grup Sinarmas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) akan melakukan pemecahan saham atau stock split dengan rasio 1:25. Perseroan akan meminta restu para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Maret 2026.
Sebelumnya, rencana stock split ini telah mengantongi persetujuan prinsip dari Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai ketentuan POJK 15/2022. Persetujuan tersebut tertuang dalam surat BEI No. S-00707/BEI.PP2/01-2026 tertanggal 20 Januari 2026.
Manajemen menilai, harga saham DSSA saat ini berada pada level yang relatif tinggi. Kondisi tersebut membuat nilai pembelian minimal 1 lot saham hanya dapat dijangkau oleh sebagian kecil investor, sehingga berdampak pada terbatasnya likuiditas perdagangan saham perseroan.
“Harga saham Perseroan saat ini relatif tinggi. Kondisi ini menyebabkan nilai pembelian untuk 1 lot saham Perseroan hanya terjangkau oleh sebagian kecil investor, sehingga berdampak pada keterbatasan likuiditas perdagangan saham Perseroan,” kata manajemen.
Baca Juga: TBIG Perpanjang Periode Buyback Saham 101 Juta Lembar
Melalui pelaksanaan stock split, perseroan berharap dapat meningkatkan jumlah saham beredar sekaligus menurunkan harga per lembar saham agar lebih terjangkau oleh berbagai kalangan investor.
Selain itu, DSSA juga menargetkan perluasan basis investor, penambahan jumlah pemegang saham, serta penguatan struktur kepemilikan saham.
Dampak lanjutan yang diharapkan adalah meningkatnya volume dan likuiditas perdagangan saham di pasar, sekaligus menciptakan persepsi yang lebih positif terhadap prospek dan kinerja perseroan, sehingga mendukung pertumbuhan nilai perusahaan.
Nantinya, jumlah saham beredar perseroan setelah stock split akan melonjak signifikan dari sebelumnya 7.705.523.200 saham menjadi 192.638.080.000 saham. Kemudian, nilai nominal saham akan turun dari Rp25 menjadi Rp1 per saham.
Baca Juga: Danantara Sudah Investasi Besar di Pasar Modal Indonesia, Pandu Ungkap Saham yang Dikoleksi
“Pelaksanaan stock split tidak akan mengubah hak atau nilai kepemilikan saham yang dimiliki oleh pemegang saham. Jumlah dan harga saham akan disesuaikan secara proporsional sesuai rasio stock split, sehingga tetap mencerminkan nilai ekonomi yang setara sebelum stock split. Struktur kepemilikan saham tetap terjaga, sementara harga per saham menjadi lebih terjangkau,” ujar manajemen.
Adapun perdagangan terakhir saham DSSA dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan pasar negosiasi akan berlangsung pada 6 April 2026. Selanjutnya, saham DSSA dengan nilai nominal baru dijadwalkan mulai diperdagangkan di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 7 April 2026.
Sebagai informasi tambahan, saham DSSA pada sesi pertama perdagangan Jumat (30/1) tercatat naik 4,87% ke level Rp98.575 usai sehari sebelumnya ditutup loyo di Rp94.000. Sepanjang tiga bulan terakhir sahamnya juga telah melesat 21,1%.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait:
Advertisement