Kredit Foto: Reuters/Chris Wattie
Pemerintah Indonesia memfasilitasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berpartisipasi pada Pameran Toronto Market Week 2026 melalui Paviliun Indonesia di The International Centre, Mississauga, Ontario, Kanada.
Pameran yang dilaksanakan pada 24—27 Januari 2025 ini merupakan salah satu ajang dagang terbesar di Kanada yang mempromosikan produk dekorasi rumah, furnitur, dan mode.
Baca Juga: Kemendag Antisipasi Gangguan Distribusi Bapok saat Puasa dan Idulfitri
Paviliun Indonesia secara resmi dibuka pada 24 Januari 2026 oleh Konsul Jenderal RI Toronto, Vevie Damayanti dengan didampingi Atase Perdagangan RI Ottawa dan Kepala ITPC Vancouver.
Kali ini, Paviliun Indonesia menampilkan 95 produk terbaru dari enam UMKM Indonesia, yaitu Bali Handy, Maharani Craft, Raya Craft, CV Tashinda Putraprima, Mawar Ketak Lombok Art, dan Sheo Home Living.
Koleksi baru tersebut secara signifikan memperkaya keragaman 200 produk Indonesia lainnya yang telah lebih dahulu sukses dipasarkan di Kanada. Seluruh produk dirancang sesuai dengan selera dan kebutuhan pasar Kanada dengan tetap menonjolkan inovasi serta kualitas khas Indonesia yang terus berkembang.
Paviliun ini merupakan hasil kerja sama strategis antara perwakilan pemerintah Republik Indonesia di Kanada dengan berbagai pihak, antara lain Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Bank BNI, dan Bank BRI.
“Sinergi yang terbentuk antara pemerintah, diaspora, perbankan, dan pelaku usaha ini tepat sesuai dengan semangat dari program UMKM BISA Ekspor yang digagas oleh Menteri Perdagangan RI pada 2024. Perluasan jangkauan ekspor UMKM perlu diupayakan bersama,” tegas Vevie, dikutip dari siaran pers Kemendag, Jumat (30/1).
Menurut Vevie, kehadiran Paviliun Indonesia di Toronto Market Week 2026 mencerminkan komitmen pemerintah untuk memberikan pendampingan dan fasilitasi bagi UMKM Indonesia dalam memperluas cakupan pasar internasional.
Paviliun Indonesia diyakini menjadi ruang yang efektif untuk meningkatkan visibilitas produk Indonesia di pasar Kanada, sekaligus membuka peluang ekspor baru yang berkelanjutan di kawasan Amerika Utara.
“Keikutsertaan Paviliun Indonesia pada ajang ini merupakan bentuk nyata dukungan Pemerintah Indonesia kepada UMKM dalam memperluas akses pasar internasional. Melalui kehadiran Paviliun Indonesia, produk-produk unggulan UMKM diharapkan makin dikenal oleh buyer global dan mampu menangkap peluang ekspor yang lebih luas, khususnya di pasar Kanada,” ucap Vevie.
Sejalan dengan hal tersebut, Atase Perdagangan RI Ottawa, Mahdewi Silky menekankan pentingnya peran UMKM dalam perekonomian nasional sekaligus signifikansi peran Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) dalam meningkatkan kontribusi ekspor.
Ia menuturkan bahwa pada 2024, UMKM menyumbang 60,51% terhadap PDB Indonesia dan mempekerjakan sekitar 97% tenaga kerja nasional.
Meski demikian, kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional baru mencapai 15,7% dan masih terdapat potensi untuk terus ditingkatkan.
“Implementasi ICA-CEPA yang ditargetkan mulai berlaku pada semester II 2026 diproyeksikan mampu meningkatkan nilai ekspor UMKM melalui pemanfaatan tarif preferensial serta penguatan kerangka perdagangan yang lebih terbuka dan terprediksi bagi UMKM,” tutur Silky.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait:
Advertisement