Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Presiden Prabowo Subianto menggelar dialog bersama sejumlah pimpinan ormas Islam di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa siang (3/2).
Peran Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace) dan komitmen nyata dalam membela rakyat Palestina menjadi topik utama dalam pertemuan tersebut.
Seperti diketahui, Presiden Prabowo yang telah menandatangani Board of Peace Charter pada 22 Januari 2026 di Davos, Swiss. Inisiatif yang dibentuk oleh Presiden AS Donald Trump ini mengajukan iuran keanggotaan sebesar US$ 1 miliar (sekitar Rp 16,76 triliun) bagi setiap negara partisipan.
Usai pertemuan, Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf, menyampaikan penjelasan kepada media. Ia menggarisbawahi bahwa iuran keanggotaan diperlukan untuk mendanai agenda kemanusiaan dan rekonstruksi besar-besaran di Gaza.
“Mengenai iuran, hal ini memang diperlukan karena agenda yang akan dijalankan membutuhkan pembiayaan besar untuk rekonstruksi di Gaza. Iuran ini diperuntukkan bagi pembangunan Palestina,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gus Yahya menyatakan bahwa para tokoh yang hadir dapat memahami kebijakan pemerintah setelah mendapat penjelasan mendalam.
“Setelah mendapatkan penjelasan mengenai pertimbangan di level kebijakan, semua yang hadir memahami, menerima, dan mempercayakan perjuangan menolong Palestina melalui upaya-upaya strategis ini kepada Presiden,” jelasnya.
Baca Juga: Ketum PBNU Paparkan Penjelasan Presiden Prabowo Soal Board of Peace dan Nasib Gaza
Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut juga menegaskan komitmen Indonesia tidak hanya secara finansial, tetapi juga dengan mengirimkan pasukan perdamaian yang tugas utamanya adalah melindungi rakyat Palestina.
Mengenai besaran iuran, sebelumnya Menteri Purbaya Yudhi Sadewa menyebut alokasi dana akan memanfaatkan pagu anggaran Kementerian Pertahanan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat