Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Harga Emas Naik Tajam, Kembali Tembus US$5.000!

Harga Emas Naik Tajam, Kembali Tembus US$5.000! Kredit Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga emas dunia melonjak tajam pada perdagangan di Rabu (4/2). Kenaikan didukung aksi berburu harga murah (bargain hunting) serta pelemahan dolar yang membuat logam mulia lebih menarik bagi investor global.

Dikutip dari Reuters, harga emas spot naik 2,2% ke US$5.044,74. Sementara emas berjangka emas menguat 2,7% menjadi US$5.067,00.

Baca Juga: Terbang Rp102 Ribu, Harga Emas Antam Hari Ini Tembus Rp2.946.000 per Gram

Kenaikan juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak spot naik 2,1% ke US$86,92. Platinum bertambah 2,3% ke US$2.260,50, sedangkan palladium melonjak hampir 3% menjadi US$1.782,85.

Penguatan harga emas terjadi seiring pelemahan dolar. Investor melakukan konsolidasi setelah reli dolar sebelumnya yang didorong data ekonomi yang kuat serta ekspektasi sikap kurang dovish dari Federal Reserve (The Fed).

Pelemahan dolar membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi greenback menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain, sehingga meningkatkan permintaan.

Adapun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menandatangani undang-undang belanja yang mengakhiri penutupan sebagian pemerintahan di AS. Namun, laporan ketenagakerjaan yang menjadi perhatian pasar dipastikan tidak dirilis pekan ini akibat gangguan selama masa shutdown.

Sementara itu, investor meningkatkan taruhan terhadap kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah jangka panjang dan kurva imbal hasil yang lebih curam. Calon Ketua Federal Reserve Kevin Warsh diprediksi akan mendorong pemangkasan suku bunga sambil tetap melanjutkan pengurangan neraca bank sentral.

Baca Juga: Kevin Warsh Berpotensi Pangkas Suku Bunga Dolar AS Hingga 100 bps!

Investor saat ini memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga dari The Fed di 2026. Mereka juga menunggu rilis data ketenagakerjaan sektor swasta untuk mendapatkan petunjuk lanjutan arah kebijakan moneter. Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung berkinerja lebih baik dalam lingkungan suku bunga rendah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: