Kredit Foto: Google Earth
Harga minyak dunia menguat pada perdagangan di Rabu (4/2). Ketegangan Amerika Serikat (AS) dan Iran meningkat, menyusul insiden penembakan drone serta pendekatan kapal bersenjata terhadap kapal tanker di Selat Hormuz.
Dikutip dari Reuters, Minyak Brent naik 1,0% menjadi US$67,98. Sementara West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat 1,1% ke US$63,90.
Baca Juga: AS-India Sepakat, Modi Akan Stop Beli Minyak Rusia
AS menembak jatuh sebuah drone dari Iran. Drone itu disebut bergerak secara agresif mendekati kapal induk dari Abraham Lincoln di Laut Arab.
Iran di sisi lain melalui sekelompok kapal cepat bersenjatanya juga mendekati sebuah kapal tanker berbendera dariAmerika Serikat di Selat Hormuz.
Dua insiden tersebut kembali memicu kekhawatiran pasar akan potensi eskalasi konflik antara Washington dan Teheran. Padahal, keduanya tengah berupaya melakukan perundingan terkait dengan isu nuklir.
“Peningkatan ketegangan memberikan dukungan bagi pasar minyak,” kata Analis Komoditas Rakuten Securities, Satoru Yoshida.
Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi ekspor minyak global. Arab Saudi, Iran, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Irak mengekspor sebagian besar minyak mentah mereka melalui selat tersebut.
Selain faktor geopolitik, harga minyak juga terdorong oleh kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan India. Kesepakatan tersebut mencakup penghentian pembelian minyak mentah dari Rusia oleh India.
Baca Juga: Saham Wall Street Dilanda Kekhawatiran Disrupsi AI
“Kesepakatan perdagangan keduanya untuk menghentikan pembelian minyak, ditambah konflik dalam kawasan euro yang berlanjut, turut memberikan dukungan pada harga minyak,” ujar Yoshida.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar