Kredit Foto: Ist
Lebih lanjut, Vinsensius menyampaikan partisipasi Indonesia dalam AIME Melbourne 2026 merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kemenpar dan 13 pelaku industri MICE Indonesia melalui skema pembiayaan bersama (collaborative marketing cost) antara pemerintah dan industri.
Dalam skema tersebut, Kemenpar berperan sebagai fasilitator sekaligus memberikan dukungan Paviliun Indonesia, sementara pelaku industri berkontribusi aktif melalui pembiayaan kolaboratif dan keterlibatan langsung dalam kegiatan promosi serta business matching.
“Skema kolaborasi ini mencerminkan semangat kemitraan pemerintah dan swasta dalam membangun ekosistem MICE yang kuat, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Melalui sinergi tersebut, Kementerian Pariwisata optimistis partisipasi Indonesia di AIME Melbourne 2026 akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi pertumbuhan sektor MICE dan perekonomian nasional secara keseluruhan,” kata Vinsensius.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya