Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

MBG dan Danantara Disorot Moody’s, Purbaya Pasang Badan

MBG dan Danantara Disorot Moody’s, Purbaya Pasang Badan Kredit Foto: Cita Auliana
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi laporan Moody’s Investors Service (Moody’s) yang menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Purbaya menegaskan pemerintah memastikan Program MBG dijalankan secara tepat sasaran, efektif, dan efisien. Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat agar pelaksanaan program tidak memicu pemborosan anggaran.

“Program MBG kita pastikan berjalan tepat sasaran, efektif, dan efisien. Itu yang akan saya lihat nanti. Jangan sampai ada pemborosan yang tidak terkontrol di sana. Itu mungkin Moody’s juga khawatir di situ,” kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Baca Juga: Airlangga Kasih Paham Moody’s soal Danantara dan MBG

Selain MBG, Moody’s juga menyoroti pembentukan sovereign wealth fund baru, Danantara, yang dinilai berpotensi menimbulkan ketidakpastian, khususnya terkait pendanaan, tata kelola, dan prioritas investasi.

Menanggapi hal tersebut, Purbaya menyatakan dirinya tidak berada pada posisi untuk menjelaskan secara rinci strategi maupun pengelolaan Danantara. Namun, ia menilai pembentukan lembaga tersebut merupakan langkah yang positif.

Menurut Purbaya, Danantara dibentuk untuk mendorong badan usaha milik negara (BUMN) agar dikelola dengan pendekatan yang lebih profesional dan berorientasi kinerja.

“Karena itu BUMN dibuat bertindak seperti private sector. Harusnya sih bagus. Mungkin ini masih baru, orang baru melihat. Tapi setelah nanti berjalan, saya pikir dampaknya akan positif. Tapi kan saya tidak bisa memaksa Moody’s untuk menilai itu seperti saya,” ujarnya.

Baca Juga: Bos BI Tegaskan Outlook Negatif Moody’s Tak Cerminkan Pelemahan Ekonomi RI

Sementara itu, terkait sorotan Moody’s atas pengelolaan fiskal, khususnya potensi pelebaran defisit anggaran hingga 2,92%, Purbaya menilai kekhawatiran tersebut mencerminkan sikap kehati-hatian lembaga pemeringkat terhadap risiko ke depan.

“Yang saya baca-baca itu bukan menyerang masalah defisit, mereka khawatir defisit melebar. Tapi mereka tahu juga saya bisa kendalikan dengan baik,” katanya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: