Kredit Foto: Jababeka
Pemerintah bersama pengelola kawasan industri PT Jababeka Tbk dan operator PT Transportasi Jakarta meresmikan pengoperasian layanan Bus Transjabodetabek rute Cawang–Cikarang Jababeka. Layanan ini ditujukan untuk meningkatkan konektivitas transportasi publik lintas wilayah Jakarta–Bekasi, khususnya bagi kawasan industri dan komersial.
Peresmian ditandai dengan flag off ceremony yang dihadiri perwakilan Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, manajemen Jababeka, Transjakarta, serta jajaran pemerintah daerah, di Hollywood Junction, Kota Jababeka, Kabupaten Bekasi.
Manajemen Jababeka menyatakan rute ini menjadi bagian dari pengembangan kawasan industri terintegrasi yang didukung sistem transportasi publik berkelanjutan.
“Sebagai kota mandiri berbasis industri yang terintegrasi, Jababeka berkomitmen menghadirkan ekosistem perkotaan yang nyaman, terkoneksi, dan produktif. Kehadiran Transjabodetabek rute Cawang–Jababeka menjadi langkah strategis dalam memperkuat konektivitas kawasan, memudahkan mobilitas pekerja, pelaku bisnis, dan masyarakat, sekaligus mendorong penerapan low carbon mobility melalui transportasi publik,” ujar Presiden Direktur PT Graha Buana Cikarang Ivonne Anggraini.
Baca Juga: Investasi US$16,9 Juta, Jababeka Tancap Gas LNG
Ia menambahkan, akses transportasi yang andal diharapkan meningkatkan produktivitas kawasan dan memperkuat daya saing Kota Jababeka sebagai pusat pertumbuhan ekonomi regional.
Layanan Bus Transjabodetabek rute Cawang–Jababeka beroperasi setiap hari pukul 05.00–22.00 WIB dengan total 14 armada. Tarif reguler ditetapkan Rp3.500 per perjalanan, dengan tarif khusus Rp2.000 per perjalanan untuk jam operasional 05.00–07.00 WIB.
Sepanjang rute, bus melayani sejumlah titik strategis, antara lain Cawang Sentral, Grand Wisata Bekasi, Living Plaza Jababeka, Hollywood Junction Jababeka, dan Arcade Boulevard, sebelum kembali ke titik awal. Rute ini diharapkan menjadi alternatif transportasi publik bagi pekerja kawasan industri dan masyarakat yang beraktivitas di koridor Jakarta–Cikarang.
Pemerintah daerah menyambut pengoperasian koridor baru tersebut. Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmajamenyatakan layanan ini merupakan hasil kolaborasi lintas instansi yang menjawab kebutuhan mobilitas kawasan industri.
Baca Juga: Tertinggi Sepanjang Sejarah, Marketing Sales Jababeka (KIJA) Tembus Rp3,6 Triliun pada 2025
“Ini adalah bukti bahwa kolaborasi yang kuat dapat melahirkan sistem transportasi yang terintegrasi dan menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat kawasan industri. Koridor ini bukan sekadar rute baru, tetapi bagian dari sistem transportasi terintegrasi,” kata Asep.
Selain Transjabodetabek, kawasan Kota Jababeka juga dilayani berbagai moda transportasi lain, termasuk DAMRI Bandara Soekarno–Hatta, layanan antarkota, shuttle internal, serta akses menuju stasiun KRL. Kawasan ini didukung empat akses pintu tol dan pengembangan infrastruktur transportasi massal yang direncanakan melintasi Cikarang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: