Waspada Kejutan Amerika Serikat (AS), Iran Test Roket hingga Diam-diam Bangun Pertahanan
Kredit Foto: Istimewa
Iran menunjukkan tanda-tanda persiapan menghadapi konflik militer, meskipun pembicaraan nuklirnya menunjukkan perkembangan yang signifikan seiring dengan berjalannya negosiasi bersama Amerika Serikat (AS).
Dikutip dari Reuters, Dugaan Iran bersiap menghadapi perang bukan tanpa alasan. Indikasi tersebut terlihat dari meningkatnya aktivitas militer, peringatan penerbangan serta pembangunan dan penguatan fasilitas strategisnya berdasarkan citra satelit terbaru.
Baca Juga: Jadi Segini, Manuver Iran Bikin Meroket Harga Minyak Hari Ini (19/2)
Teheran dalam beberapa hari terakhir telah menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM). Ia menginformasikan rencana peluncuran roket dalam wilayah selatan negara itu pada hari ini, antara pukul 03.30 hingga 13.30 GMT. NOTAM digunakan untuk memberi peringatan keselamatan kepada pilot dan pengguna ruang udara mengenai aktivitas berisiko, termasuk uji coba senjata.
Di sisi lain, citra satelit menunjukkan pembangunan tembok beton di sejumlah lokasi militer sensitif yang diduga sebagai upaya mitigasi terhadap kemungkinan serangan udara dari Amerika Serikat.

Salah satu lokasi utama adalah Kompleks Militer Parchin. Ia dikenal sebagai salah satu fasilitas militer paling sensitif di Iran. Citra satelit sebelum dan sesudah serangan pada tahun lalu memperlihatkan kerusakan signifikan pada sebuah bangunan, diikuti proses rekonstruksi.
Sebelumnya, citra satelit menunjukkan kerangka bangunan baru dengan dua struktur pendukung di sekitarnya, serta atap logam yang menutupi bangunan utama. Namun, pada citra terbaru, struktur tersebut tidak lagi terlihat, tertutup sepenuhnya oleh lapisan tanah dan beton. Para ahli menilai lapisan ini merupakan perisai beton untuk melindungi fasilitas dari serangan udara.
Baca Juga: Disebut Lakukan Uji Coba Senjata Nuklir, Rusia-China Kompak Jawab Tuduhan AS
Analisis citra juga menunjukkan keberadaan struktur silinder panjang yang diduga menyerupai ruang penahanan bahan peledak berdaya tinggi (high-explosives containment vessel), mengindikasikan aktivitas militer sensitif masih berlangsung.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: