Pemerintah dan Freeport Teken MoU, Investasi 20 Miliar Dolar AS dan Tambahan 12 Persen Saham Negara
Kredit Foto: Freeport Indonesia
Freeport, di sisi lain, menyatakan harapan agar perjanjian strategis ini menjamin kesinambungan produksi jangka panjang. Optimalisasi cadangan yang telah teridentifikasi menjadi fokus dalam rencana investasi mendatang.
Kesinambungan produksi setelah 2041 menjadi isu sentral dalam pembahasan kedua pihak. Kejelasan status IUPK dinilai penting untuk menjaga kepastian hukum dan stabilitas operasional.
Rosan menambahkan bahwa MoU tersebut akan segera difinalisasi menjadi definitive agreement. Proses lanjutan ini disebut tidak akan memakan waktu lama agar implementasi dapat segera berjalan.
Kesepakatan ini berlangsung di tengah agenda diplomasi ekonomi pemerintah yang lebih luas. Presiden Prabowo Subianto saat ini berada di Amerika Serikat untuk serangkaian pertemuan bilateral dan forum internasional, termasuk pembahasan kerja sama investasi.
Kunjungan tersebut memperlihatkan fokus pemerintah pada penguatan kemitraan strategis dan arus modal asing. Sektor pertambangan dan hilirisasi menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian dalam komunikasi ekonomi lintas negara.
Freeport Indonesia sendiri selama ini menjadi kontributor signifikan bagi penerimaan negara dan devisa ekspor. Tambang Grasberg di Papua merupakan salah satu penghasil tembaga dan emas terbesar di dunia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: