Diam-diam Amerika Serikat (AS) Upayakan Perjanjian Nuklir Dengan Rusia dan China
Kredit Foto: Istimewa
Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Christopher Yeaw mengatakan sebuah stasiun seismik mendeteksi peristiwa yang diduga sebagai ledakan berkekuatan magnitudo 2,75 di 22 Juni 2020. Ledakan tersebut berlokasi sekitar 720 kilometer dari lokasi uji coba Lop Nor di China.
Baca Juga: Donald Trump Peringatkan Dunia: Jangan Macam-macam Dengan Amerika Serikat (AS)
Ia menegaskan data tersebut tidak konsisten dengan aktivitas pertambangan maupun gempa bumi. Menurutnya, karakteristik seismik peristiwa tersebut sesuai dengan apa yang diharapkan dari uji coba bahan peledak nuklir.
China menurutnya juga kemungkinan menggunakan metode decoupling, yakni meledakkan perangkat dalam dalam rongga bawah tanah besar untuk mengurangi gelombang kejut yang terdeteksi oleh sensor seismik.
Baca Juga: Perundingan Iran-Amerika Serikat (AS) Berlanjut, Begini Nasib Harga Minyak Hari Ini (24/2)
Beijing sendiri telah menyangkal tuduhan melakukan pengembangkan nuklir secara diam-diam. Pihaknya menegaskan uji coba nuklir bawah tanah terakhir yang dilakukannya terjadi pada 1996.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: