Kredit Foto: SIG
“Sehingga permintaan bahan bangunan produk barang galian non-logam juga ikut turun,” imbuh Bimo.
Kementerian Perindustrian mencatat pelemahan permintaan domestik tersebut tercermin dari kontraksi industri barang galian non-logam pada Februari 2026. Meski demikian, secara tahunan subsektor tersebut masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,16% sepanjang 2025.
Baca Juga: Kemenperin Ungkap Industri Tahan Produksi Meski Permintaan Naik
Dengan kapasitas produksi yang melampaui kebutuhan pasar, tingkat utilisasi industri semen dinilai sangat bergantung pada percepatan realisasi proyek infrastruktur pemerintah sebagai motor utama permintaan domestik. Tanpa percepatan tersebut, tekanan terhadap utilisasi dan harga berpotensi berlanjut.
Untuk mengantisipasi kesenjangan antara kapasitas produksi dan kebutuhan pasar, pemerintah tengah mengupayakan pengaturan investasi baru di industri semen. Kebijakan yang dikaji antara lain pembatasan pembangunan fasilitas produksi baru di wilayah-wilayah tertentu yang telah mengalami kelebihan pasokan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: