Catatkan Zero Fatality Sepanjang 2025, SIG Dorong Keselamatan Kerja sebagai Prioritas Operasional
Kredit Foto: SIG
Dari perspektif ekonomi industri, penguatan K3 berkontribusi pada penurunan potensi kehilangan jam kerja, gangguan operasional, serta biaya tidak langsung akibat kecelakaan kerja. Di sektor padat modal seperti industri semen, stabilitas operasional menjadi faktor kunci dalam menjaga efisiensi biaya dan keandalan pasokan.
SIG juga mencatat berbagai pengakuan eksternal atas kinerja K3, antara lain Zero Accident Award dari Kementerian Ketenagakerjaan serta penghargaan pengelolaan keselamatan pertambangan dari Kementerian ESDM. Penghargaan tersebut mencerminkan konsistensi penerapan standar keselamatan pada proses produksi berisiko tinggi.
Baca Juga: SIG Gelar Pelatihan Ahli Bangunan di Lima Provinsi
Sebagai bagian dari penguatan tata kelola, SIG mendorong transformasi pendekatan kepemimpinan keselamatan dari Visible Safety Leadership menuju Visible–Felt Safety Leadership (VFSL). Pendekatan ini menekankan keterlibatan langsung manajemen di lapangan agar kepedulian terhadap keselamatan tidak hanya terlihat, tetapi juga dirasakan oleh pekerja.
Selain itu, SIG meluncurkan Corporate Life Saving Rules versi terbaru yang memuat 20 panduan keselamatan kerja. Panduan tersebut disusun berdasarkan data statistik insiden dan pemetaan risiko proses bisnis, sebagai upaya menekan potensi kecelakaan kerja secara sistematis.
Di tengah masih tingginya angka kecelakaan kerja nasional, penguatan budaya K3 dinilai menjadi faktor penting tidak hanya bagi perlindungan tenaga kerja, tetapi juga bagi daya saing dan keberlanjutan sektor industri nasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: