Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Luhut Bilang Digitalisasi Berbasis AI Bisa Bawa Indonesia Keluar dari Middle Income Trap

Luhut Bilang Digitalisasi Berbasis AI Bisa Bawa Indonesia Keluar dari Middle Income Trap Kredit Foto: Youtube IDN
Warta Ekonomi, Jakarta -

Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, meyakini ekonomi nasional dapat tumbuh mencapai 8% pada 2029 mendatang, dengan digitalisasi berbasis kecerdasan buatan atau AI.

Dengan pertumbuhan ini, Indonesia bisa keluar dari middle income trap atau jebakan pendapatan menengah.

"Saya sih optimis di atas 8 persen, 2029-2030 itu tercapai dengan digitalisasi ini berbasis AI," kata Luhut dalam Peluncuran Rencana Induk Pemerintah Digital Nasional 2025-2045 secara daring, dikutip pada Jumat (27/2/2026).

Hasil evaluasi tim, kata Luhut, menunjukkan proyeksi tersebut realistis jika program pembangunan dijalankan secara konsisten dan benar.

Ia menilai pemerintah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan fondasi pertumbuhan kuat, agar visi Indonesia menjadi negara maju tidak sekadar wacana.

"Kita harus mati-matian bekerja, supaya jangan sampai kita terperangkap di middle income trap."

"Dan itu nanti yang membawa, kita jangan bicara 2045 lagi," ujarnya.

Karena menurut Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) itu, tanpa pertumbuhan tinggi yang berkelanjutan, target Indonesia Emas tidak akan tercapai.

Bahkan, kata dia, laju pertumbuhan mungkin harus menembus 10 persen selama dua dekade, agar Indonesia benar-benar bisa masuk kategori negara berpendapatan tinggi.

"Karena Emas itu tidak akan tercapai kalau kita tidak bisa 8-9%."

"Mungkin harus 10% dalam dua dekade, untuk kita tadi masuk pada negara berhasilan tinggi," tuturnya.

Baca Juga: Aktivasi Coretax Capai 14 Juta, Transformasi Digital Pajak Makin Positif

Oleh karena itu, Luhut mendorong seluruh pemangku kebijakan bekerja maksimal menghadapi tantangan ekonomi global dan domestik.

“Ini kunci yang harus kita sadari bersama. Tantangan di depan nyata," ucapnya. (*)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Yaspen Martinus

Bagikan Artikel: