Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Luhut Ingin Buat 'Kitab Suci' AI untuk Kendalikan Teknologi Masa Depan

Luhut Ingin Buat 'Kitab Suci' AI untuk Kendalikan Teknologi Masa Depan Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Luhut Binsar Panjaitan, mendorong adanya kerangka aturan kuat dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.

Kerangka aturan tersebut nantinya memuat gagasan pedoman etika, yang ia ibaratkan sebagai 'kitab suci' bagi teknologi tersebut.

"Saya sampaikan kepada tim, kita harus berpikir apa kitab sucinya AI."

"Manusia punya Alkitab, punya Al-Quran yang mengatur jalan panduan hidup kita."

"AI harus ada," kata Luhut dalam acara Rencana Induk Pemerintahan Digital Nasional 2025–2045, dikutip pada Jumat (27/2/2026).

Luhut menekankan, AI harus dirancang dengan mekanisme pengaman tegas agar tidak melanggar batas.

Sebab, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) itu khawatir terhadap potensi AI yang berkembang terlalu jauh tanpa kontrol ke depannya.

"Misalnya dia kalau melanggar AI ini, otomatis dia mati."

"Karena suatu ketika, kalau dia sudah sangat pintar, kita bunuh pun dia hidup lagi."

"Nah, ini harus ada rule of engagement yang jelas mengenai AI," tuturnya.

Luhut juga menyoroti riset AI skala besar saat ini didominasi segelintir pihak global.

Selain negara seperti Cina dan Amerika Serikat, Luhut menyebut hanya sekitar sepuluh pebisnis dunia yang menggelontorkan dana puluhan miliar dolar untuk pengembangan teknologi tersebut, termasuk tokoh seperti Elon Musk dan Jeff Bezos.

“Jadi mereka sebenarnya mengontrol ini,” imbuhnya.

Luhut menilai sebagian pelaku industri global cenderung tidak menginginkan regulasi ketat, agar pengembangan AI berjalan bebas.

Baca Juga: Kemkomdigi Cegah Vendor Lock-In Dalam Rencana Induk Pemerintahan Digital Nasional 2025–2045

Karena itu, ia menegaskan Indonesia harus mengambil sikap berbeda, dengan menyiapkan regulasi nasional yang jelas dan kuat.

"Nah, kita Indonesia harus ada regulasi mengenai ini. Karena kalau tidak (bahaya ini)," ucap Luhut. (*)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Yaspen Martinus

Bagikan Artikel: