Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Buruh Jadi Peserta Terbesar Tapera 2025, Kemnaker Siapkan Pemetaan Hunian

Buruh Jadi Peserta Terbesar Tapera 2025, Kemnaker Siapkan Pemetaan Hunian Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan kesiapannya memperkuat kolaborasi dengan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) untuk menyediakan hunian layak bagi pekerja.

“Kemnaker siap membantu BP Tapera memetakan kembali kebutuhan program secara komprehensif, mulai dari besaran kebutuhan, grand design, lokasi, hingga preferensi hunian para pekerja,” kata Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dikutip dari ANTARA, Jumat (27/2/2026).

Yassierli menyebutkan, pada tahun 2025, segmen buruh menjadi peserta terbesar dalam program Tapera.

“Alhamdulillah, berdasarkan capaian tahun 2025, segmen peserta terbesar berasal dari kalangan buruh,” ujarnya.

Menteri Ketenagakerjaan menekankan pentingnya mendorong pekerja yang belum tergabung agar segera memanfaatkan program Tapera. Hal ini dilakukan agar manfaat hunian layak dapat dinikmati lebih luas oleh seluruh pekerja di Indonesia.

Kolaborasi lintas kementerian dan lembaga menjadi fokus utama untuk menyelaraskan program dengan kebutuhan nyata lapangan. Salah satunya diwujudkan melalui Rapat Komite terkait pelaksanaan program dan kegiatan BP Tapera tahun 2026 yang membahas strategi pemetaan kebutuhan hunian.

Rapat tersebut dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, pejabat sementara Ketua dan Wakil Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, serta pimpinan BP Tapera. Kehadiran lintas pemangku kepentingan memperkuat koordinasi dan pengambilan keputusan berbasis data.

Yassierli menegaskan perlunya pemutakhiran data hunian secara real-time agar perencanaan program lebih akurat.

“Kemnaker mendorong agar data kebutuhan hunian buruh di-update secara real time, termasuk preferensi lokasi dan tipe rumah, sehingga perencanaan program lebih tepat sasaran,” ujarnya.

BP Tapera akan memanfaatkan data real-time tersebut untuk menyesuaikan distribusi hunian dan kapasitas rumah dengan kebutuhan pekerja. Langkah ini diharapkan meningkatkan kualitas hunian yang tersedia bagi buruh peserta program Tapera.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat

Bagikan Artikel: