- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Defisit 100 Juta Ton, Industri Nikel Mulai Lirik Opsi Impor dari Filipina Hingga Papua Nugini
Kredit Foto: Istimewa
FINI mencatat kebutuhan industri nikel nasional berada di kisaran 340–350 juta ton per tahun, sementara kuota produksi 2026 hanya sekitar 260–270 juta ton.
Dalam konteks itu, Filipina selama ini menjadi sumber utama impor.
Namun, FINI menilai terdapat alternatif negara lain yang secara jarak logistik masih memungkinkan.
“Secara distance mungkin ya Papua New Guinea sama New Caledonia ya."
"Secara distance yang paling masuk akal ya,” kata Arief.
Meski demikian, keputusan impor sangat bergantung pada aspek keekonomian.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: