- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Defisit 100 Juta Ton, Industri Nikel Mulai Lirik Opsi Impor dari Filipina Hingga Papua Nugini
Kredit Foto: Istimewa
Biaya bahan baku merupakan komponen terbesar dalam struktur ongkos produksi smelter.
“Kan ujung-ujungnya tergantung dari biaya juga dong."
"Kalau biayanya tidak makes sense, smelter juga tidak akan membeli,” jelasnya.
Ia menambahkan, porsi biaya bahan baku dalam struktur produksi smelter mencapai 35–40%.
Jika harga ore impor terlalu tinggi, maka keekonomian produk hilirisasi dapat tertekan.
“Jadi kalau ore-nya terlalu mahal, enggak masuk," tambahnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: