Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gegara AI, Citi Ungkap Perdagangan Global Alami Transformasi Besar-besaran

Gegara AI, Citi Ungkap Perdagangan Global Alami Transformasi Besar-besaran Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Citi meluncurkan edisi terbaru dari laporan Global Perspectives & Solutions (Citi GPS) bertajuk: Pembiayaan Rantai Pasok: Perdagangan Global yang Tangguh di Era AI. Temuan utama dalam laporan ini menyoroti bahwa perdagangan global sedang mengalami transformasi yang fundamental, didorong oleh volatilitas tarif, adopsi kecerdasan buatan (AI), dan pergeseran menuju rantai pasok multipolar dan regional.

Adoniro Cestari, Global Head of Trade and Working Capital, Citi, mengatakan, teknologi secara fundamental merekayasa ulang cara pembiayaan perdagangan beroperasi. Pemrosesan dokumen cerdas yang ditenagai oleh kecerdasan buatan (AI) meningkatkan tingkat akurasi dan mempercepat proses menjadi hanya dalam hitungan menit.

"Melalui uji coba pembayaran perdagangan bersyarat berbasis blockchain, kami melihat adanya potensi evolusi dari jaminan standar berbasis kertas menuju eksekusi digital dan otomasi penyelesaian pembayaran dalam waktu hampir 24/7," ujarnya yang dikutip di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Laporan ini memaparkan wawasan industri dari Indeks Tekanan Rantai Pasok Global (Global Supply Chain Pressure Index/GSCPI), arus pembayaran dari proses bisnis Services Citi yang bernilai lebih dari $5 triliun setiap harinya, serta hasil survei dari tanggapan berbagai perusahaan multinasional dan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Di saat tarif Amerika Serikat (AS) meningkat menjadi sekitar 16,8% dari 2,4% sebelum adanya perubahan dari pemerintah AS, indeks menunjukkan bahwa tekanan terhadap rantai pasok tetap rendah dan mendekati tingkat pra-pandemi. Perusahaan-perusahaan berhasil menavigasi guncangan tarif awal melalui manajemen inventaris strategis, diversifikasi pemasok, dan inisiatif nearshoring yang dipercepat.

Baca Juga: Perang AS-Iran, BPS Ungkap Data Perdagangan RI ke Timur Tengah

Analisis barang dagang menunjukkan adanya reorganisasi perdagangan global yang kompleks. Asia Selatan dan ASEAN muncul sebagai pemenang utama, dengan peningkatan pengiriman 44% dari Asia Utara dan Asia Timur.

Amerika Latin telah terintegrasi secara mendalam ke dalam rantai pasok yang terkait dengan Asia dan Amerika Utara, dengan ekspor ke Asia Selatan dan ASEAN melonjak 82%—satu-satunya peningkatan terbesar secara global. AS mendiversifikasi basis impornya, dengan pengiriman dari Asia Selatan dan ASEAN naik 50% dan dari Amerika Latin naik 43%, keduanya melebihi pertumbuhan 32% dari Asia Utara dan Asia Timur.

Laporan ini meneliti bagaimana kecerdasan buatan (AI) mendorong terjadinya fenomena langka yaitu siklus super belanja modal di pusat data (data center). Citi Research memperkirakan belanja modal terkait kecerdasan buatan (AI) global akan mencapai $7,75 triliun pada tahun 2030.

Pembiayaan perdagangan memainkan peran yang semakin penting dalam ekosistem ini, dengan solusi mulai dari pembiayaan rantai pasok hingga program piutang terstruktur yang mendukung sifat pengembangan pusat data kecerdasan buatan (AI) yang kompleks dan padat modal.

Baca Juga: OJK Sebut Volatilitas IHSG Respons Awal dari Ketidakpastian Global

Adopsi kecerdasan buatan (AI) dalam pembiayaan perdagangan mengalami percepatan signifikan, dengan 36% perusahaan besar sekarang menggunakan alat kecerdasan buatan (AI), meningkat 18% dari tahun sebelumnya.

"Berbagai jenis inovasi ini, dikombinasikan dengan keahlian penstrukturan, dapat membantu perusahaan-perusahaan untuk meningkatkan likuiditas dan mengoptimalkan modal kerja sambil mendukung rantai pasok yang lebih efisien, serta pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) besar-besaran yang sedang berlangsung secara global," lanjut Adoniro Cestari.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Fajar Sulaiman