Kredit Foto: Antara/Indrayadi TH
Ia menegaskan, stok tersebut tidak dapat dipahami sebagai cadangan statis yang akan habis setelah periode tertentu, karena sistem pasokan energi berjalan secara berkelanjutan.
Baca Juga: Intervensi Minyak Terbesar dalam 52 Tahun Sejarah IEA, Indonesia di Posisi Paling Rentan
“Itu circulating stock namanya, stok sirkuler keluar masuk."
"Bukan kemudian setelah 23 hari kita sudah enggak ada BBM, kemudian kita limbung, itu enggak begitu,” tambah Kholid. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: