Kredit Foto: Reuters
Selat Hormuz Tutup, Pasokan Energi Dunia Terganggu
Perang yang berlangsung di wilayah Teluk Persia kini memicu ancaman serius terhadap ekonomi global setelah Selat Hormuz jalur pengiriman sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair dunia, praktis tertutup bagi sebagian besar aktivitas pelayaran internasional.
Penutupan jalur energi tersebut terjadi sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke Iran pada 28 Februari yang menargetkan ribuan fasilitas di berbagai wilayah negara itu.
Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei sebelumnya menyatakan Selat Hormuz harus tetap ditutup sebagai respons terhadap serangan militer tersebut.
Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) menyebut penutupan jalur sempit di pesisir selatan Iran itu sebagai gangguan terbesar dalam sejarah pasar minyak global. IEA memperkirakan kondisi tersebut dapat memangkas sekitar 8% pasokan energi dunia sepanjang Maret.
Baca Juga: Iran Ungkap Syarat Kapal Tanker Aman Lewati Selat Hormuz
Baca Juga: Iran Salahkan Amerika Serikat Terkait Isu Selat Hormuz
Harga minyak dunia kini telah menembus US$100 per barel dan diperkirakan masih berpotensi meningkat pada pekan depan seiring ketidakpastian geopolitik.
Sementara itu, pusat pengisian bahan bakar kapal global di Fujairah, Uni Emirat Arab, mulai kembali mengoperasikan aktivitas pemuatan minyak pada Minggu setelah sempat terganggu akibat konflik.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: