- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Stok BBM dan LPG Aman Jelang Lebaran, Pertamina Imbau Warga Tak Panic Buying
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan BBM dan LPG nasional aman selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H.
Perseroan mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying, karena seluruh kebutuhan energi telah disiapkan jauh hari sebelumnya.
“Layanan energi ini Insya Allah kita pastikan aman selama Ramadan Idulfitri ini, sehingga kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panic buying,” kata Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo, dalam konferensi pers di Rest Area KM 57 Tol Jakarta–Cikampek, Senin (16/3/2026).
Mars Ega menjelaskan, persiapan distribusi energi tidak dilakukan secara mendadak, melainkan melalui perencanaan jangka panjang, guna memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga di seluruh wilayah Indonesia.
Perseroan juga menyiapkan layanan khusus di daerah rawan bencana, kawasan wisata, dan wilayah terpencil.
“Selain itu kita juga ada layanan tambahan."
"Layanan tambahan ini menjadi komitmen kami, karena kami ingin memberikan layanan yang terbaik buat masyarakat,” tambahnya.
Pertamina mempermudah akses energi melalui layanan digital, termasuk aplikasi MyPertamina.
Untuk memastikan kelancaran distribusi, Pertamina Patra Niaga dan Pertamina Group membentuk satuan tugas (Satgas) khusus yang berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.
“Jadi kami tidak bekerja sendirian,” jelas Mars Ega.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menambahkan, puncak arus mudik pertama diperkirakan pada 14–15 Maret 2026, dan puncak arus mudik kedua pada 18–19 Maret.
Sedangkan arus balik pertama diprediksi terjadi 24–25 Maret, dan tahap kedua 28–29 Maret.
Baca Juga: Mudik Lebaran Picu Lonjakan Permintaan BBM, Konsumsi Gasoline Diproyeksi Naik 12%
Terkait konsumsi BBM, Roberth memproyeksikan peningkatan penggunaan gasoline—termasuk Pertalite dan Pertamax—sekitar 12% selama mudik Lebaran dibanding hari normal, sementara konsumsi gasoil diperkirakan turun sekitar 14,5%.
“Kita menyediakan layanan energi di jalur potensial, di jalur tol, jalur wisata, dan jalur lintas utama berupa SPBU yang akan beroperasi 24 jam. Terdapat sekitar 2.074 SPBU,” papar Roberth. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: