Kredit Foto: Kementerian ESDM
Volume produksi LNG dari proyek ini bahkan diperkirakan setara dengan lebih dari 10% impor LNG tahunan Jepang, menjadikannya salah satu proyek gas strategis di kawasan Asia Pasifik.
Blok Masela dikelola oleh INPEX Masela Ltd dengan hak partisipasi sebesar 65%, bersama PT Pertamina Hulu Energi Masela (20%) dan Petronas Masela Sdn. Bhd. (15%).
Baca Juga: Groundbreaking LNG Abadi Masela Dikejar Maret, Kompensasi Warga Masih Dihitung
Dari sisi administrasi, perkembangan proyek ini juga menunjukkan kemajuan setelah sejumlah perizinan strategis berhasil diselesaikan pada awal 2026.
Persetujuan lingkungan melalui dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) diterbitkan pada 13 Februari 2026, menyusul persetujuan pelepasan kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan pada Januari 2026. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: