Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Langkah ini menjadi semakin relevan seiring meningkatnya tensi di kawasan Timur Tengah, yang berdampak langsung terhadap distribusi energi global.
Gangguan pada jalur strategis seperti Selat Hormuz, mendorong lonjakan harga minyak dunia.
Berdasarkan laporan Reuters, pada perdagangan 17 Maret 2026, harga minyak Brent melonjak US$2,48 atau sekitar 2,5%, ke level US$102,69 per barel.
Sementara, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik US$2,42 atau 2,6%, menjadi US$95,92 per barel.
Kenaikan ini sekaligus menghapus pelemahan pada sesi sebelumnya, setelah sempat muncul optimisme dari kelancaran jalur pelayaran.
Di tengah kondisi tersebut, opsi impor dari Rusia dinilai semakin realistis.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus