Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Siapkan Aturan Ketat, Rusia Akan Batasi Gemini hingga ChatGPT

Siapkan Aturan Ketat, Rusia Akan Batasi Gemini hingga ChatGPT Kredit Foto: Getty Images
Warta Ekonomi, Jakarta -

Rusia tengah menyiapkan regulasi baru yang berpotensi membatasi atau bahkan melarang penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) asing seperti ChatGPT, Claude dan Gemini.

Kementerian Pengembangan Digital Rusia menyatakan bahwa pihaknya tengah berupaya membangun kedaulatan internet yang terlindungi dari pengaruh asing, mengedepankan nilai moral dan budaya lokal serta ,emberikan kontrol penuh terhadap data warga.

Baca Juga: Rusia Perketat Keamanan Pejabat, Imbas Banyak Elite Jadi Incaran Ukraina

Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat kedaulatan digital dan mengontrol arus data di dalam negeri. Namun kebijakan ini juga mencerminkan tren peningkatan kontrol negara terhadap ruang digital.

Rusia menyebut regulasi ini bertujuan melindungi masyarakat dari manipulasi terselubung oleh algoritma, diskriminasi berbasis akal imitasi hingga penyalahgunaan data oleh perusahaan asing Namun, langkah ini juga dipandang sebagai upaya memperketat pengawasan informasi.

Dalam aturan yang diusulkan, semua penyedia akal imitasi diwajibkan untuk menyimpan data pengguna di dalam negeri dan menahan data tersebut minimal selama tiga tahun. Hal ini menyusul kebiasaan akal imitasi asing yang memproses data lintas negara.

Regulasi tersebut menyebut bahwa teknologi akal imitasi lintas batas dapat dibatasi atau dilarang sepenuhnya jika tidak memenuhi ketentuan hukum dari Rusia. Hal ini sendiri sukar untuk dipenuhi oleh perusahaan dari Barat.

Baca Juga: RI Buka Opsi Impor Minyak dari Rusia Hingga Brunei

Aturan ini diperkirakan akan mulai berlaku tahun depan setelah melalui proses evaluasi dan persetujuan pemerintah. Jika diterapkan, kebijakan ini dapat mengubah lanskap penggunaan akal imitasi global, sekaligus mempertegas fragmentasi internet antara Barat dan Rusia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar