Kredit Foto: South China Morning Post
Metode manual ini memiliki sejumlah keterbatasan, mulai dari potensi getaran tangan hingga beban fisik akibat penggunaan pelindung radiasi berbahan timbal.
Selain itu, paparan radiasi jangka panjang juga menjadi risiko bagi tenaga medis.
Dalam penelitian yang melibatkan 50 pasien, masing-masing 25 pasien menjalani prosedur dengan robot, dan 25 lainnya secara manual.
Seluruh prosedur berhasil diselesaikan dengan tingkat keberhasilan teknis dan klinis mencapai 100% pada kedua metode.
“Tidak ditemukan perbedaan antara kedua kelompok dalam hal waktu fluoroskopi, dosis radiasi pasien, dosis zat kontras, atau total waktu di ruang angiografi,” jelas Zhao.
Menariknya, seluruh prosedur dilakukan oleh ahli bedah saraf muda yang sama dengan pengalaman kurang dari tiga tahun.
Baca Juga: Era Digital, AHY Dorong Generasi Muda Melek AI dan Robotik
Namun, hasil menunjukkan lengan robot berbasis mesin cerdas mampu mengungguli tangan manusia dalam aspek efisiensi waktu.
Pengembangan ini menandai langkah besar dalam dunia bedah berbasis robot, yang membuka peluang menuju prosedur medis yang lebih cepat, presisi, dan aman bagi dokter maupun pasien. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: