Kredit Foto: Antara/Adiwinata Solihin
Lonjakan harga cabai rawit merah yang menembus Rp104.050 per kilogram pada periode Lebaran 2026 menjadi sorotan, seiring tingginya permintaan masyarakat di momen hari raya.
Kenaikan tajam ini dinilai bukan fenomena luar biasa, melainkan pola musiman yang hampir selalu terjadi setiap tahun.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance Esther Sri Astuti menjelaskan, lonjakan harga cabai bersifat sementara dan berpotensi turun setelah Lebaran.
Ia menyebut kenaikan harga pada periode tersebut sudah menjadi siklus tahunan yang dipengaruhi lonjakan konsumsi.
“Potensi kenaikan harga saat Lebaran pasti terjadi."
"Namun, beberapa komoditas termasuk cabai harganya akan turun kembali,” kata Esther dikutip dari ANTARA.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Yaspen Martinus