Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Terpangkas 46%, Rugi Waskita Beton (WSBP) Sisa Rp537,36 Miliar di 2025

Terpangkas 46%, Rugi Waskita Beton (WSBP) Sisa Rp537,36 Miliar di 2025 Kredit Foto: WSBP
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kinerja PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) sepanjang 2025 masih dibayangi tekanan, meski kerugian yang dialami mulai menunjukkan perbaikan.

Perseroan mencatat rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp537,36 miliar, menyusut 46,11% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai Rp997,3 miliar.

Seiring dengan itu, rugi per saham dasar juga ikut susut menjadi Rp10,84, dari sebelumnya Rp20,62. Namun demikian, dari sisi pendapatan, WSBP sebenarnya masih menghadapi penurunan. 

Sepanjang 2025, pendapatan usaha tercatat sebesar Rp1,56 triliun, turun dari Rp1,97 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari segmen precast sebesar Rp740,43 miliar, diikuti readymix Rp504,64 miliar, dan konstruksi Rp324,49 miliar.

Jika ditinjau berdasarkan wilayah, Pulau Jawa masih menjadi penyumbang utama dengan kontribusi Rp860,19 miliar, sementara luar Jawa berkontribusi Rp709,38 miliar.

Di sisi operasional, beban pokok pendapatan berhasil ditekan menjadi Rp1,29 triliun dari sebelumnya Rp1,6 triliun. Laba kotor turun menjadi Rp274,46 miliar dari Rp369,67 miliar. 

Adapun beban usaha tercatat Rp522,02 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan Rp1,08 triliun pada tahun sebelumnya. Rugi sebelum beban keuangan dan pajak juga membaik menjadi Rp247,55 miliar, dibandingkan Rp713,38 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara itu, beban keuangan sedikit meningkat menjadi Rp289,81 miliar dari Rp283,91 miliar.

Baca Juga: Emiten Properti Hermanto Tanoko (RISE) Catat Lonjakan Laba 133% pada 2025

Baca Juga: Waskita Karya Raih Kontrak Baru Rp217,97 Miliar, Garap RSUD Cendrawasih Dobo di Maluku

Dari sisi neraca, total aset Perseroan mengalami penurunan menjadi Rp3,05 triliun dari Rp3,61 triliun. Liabilitas tercatat sebesar Rp5,02 triliun dari Rp5,17 triliun, sementara defisiensi ekuitas membengkak menjadi Rp1,96 triliun dari sebelumnya Rp1,55 triliun.

Meski masih mencatatkan kerugian, tren penyusutan rugi dan efisiensi biaya menjadi sinyal awal perbaikan kinerja WSBP di tengah tantangan sektor konstruksi yang belum sepenuhnya pulih.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri