Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tumbuh Minimalis, Waskita Beton (WSBP) Catat Pendapatan Rp395,09 Miliar di Awal 2026

Tumbuh Minimalis, Waskita Beton (WSBP) Catat Pendapatan Rp395,09 Miliar di Awal 2026 Kredit Foto: WSBP
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan pendapatan Rp395,09 miliar pada kuartal I 2026, naik tipis dari Rp394,7 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan tersebut ditopang oleh segmen konstruksi sebesar Rp155,45 miliar, precast Rp142,86 miliar, serta readymix Rp96,77 miliar.

Secara geografis, kontribusi terbesar berasal dari luar Pulau Jawa sebesar Rp267,72 miliar, sementara wilayah Pulau Jawa menyumbang Rp127,37 miliar.

Namun, kenaikan pendapatan yang terbatas tidak mampu menahan lonjakan beban. Beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp345,7 miliar dari Rp317,59 miliar. Dampaknya, laba kotor tergerus menjadi Rp49,38 miliar dari Rp77,11 miliar pada periode sebelumnya.

Tekanan juga datang dari sisi operasional. Beban usaha naik menjadi Rp116,75 miliar dari Rp96,89 miliar, sehingga rugi sebelum beban keuangan dan pajak melebar menjadi Rp67,36 miliar dari Rp19,78 miliar.

Selain itu, beban keuangan turut meningkat menjadi Rp77,33 miliar dari Rp67,62 miliar, yang semakin memperdalam kerugian Perseroan.

WSBP mencatat rugi sebesar Rp144,7 miliar, membengkak 65,55% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp87,4 miliar. Seiring dengan itu, rugi per saham dasar ikut meningkat menjadi Rp2,89 dari sebelumnya Rp1,85.

Baca Juga: Waskita Karya (WSKT) Raih Pendapatan Rp2,09 Triliun di Kuartal I 2026, Melonjak 54%

Baca Juga: Menteri PU Apresiasi Waskita Karya Bangun Sekolah Rakyat Surabaya, Ini Progresnya

Dari sisi neraca, total aset WSBP tercatat Rp2,94 triliun per Maret 2026, turun dari Rp3,05 triliun pada akhir 2025. Sementara liabilitas naik menjadi Rp5,05 triliun dari Rp5,02 triliun. Kondisi ini membuat defisiensi ekuitas semakin melebar menjadi Rp2,11 triliun dari sebelumnya Rp1,96 triliun.

Dengan tekanan yang masih kuat dari sisi biaya dan pembiayaan, kinerja WSBP di awal 2026 menunjukkan tantangan berat dalam upaya pemulihan keuangan Perseroan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri