- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Bahlil Tegaskan Belum Ada Kebijakan Baru Terkait RKAB Batu Bara dan Nikel
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
"Kalau harga bagus terus, kita akan memproduksi juga lebih banyak, tetapi kalau harga turun kita akan menyesuaikan dengan permintaan di pasar."
"Jadi supply dan demand sebagai instrumen untuk menjaga keseimbangan," terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Tri Winarno memberikan data terbaru mengenai kemajuan persetujuan dokumen RKAB.
Tri memastikan proses tersebut berjalan lancar, dan sebagian besar permohonan telah disetujui.
"Kalau pakai yang 2026 (relaksasi RKAB 3 Tahunan sebelumnya) kan boleh, tapi batu bara hampir selesai lah."
"Hampir selesai. Ya 580-an lah (yang sudah terbit)," ungkap Tri saat dikonfirmasi mengenai jumlah RKAB batu bara yang telah keluar.
Baca Juga: Pemerintah Berpeluang Relaksasi Kuota Produksi Batu Bara dan Nikel pada Tahun 2026
Sedangkan untuk sektor nikel, Tri menyebutkan jumlah RKAB yang telah diterbitkan sudah melampaui angka 150 perusahaan.
"Aduh, saya lupa, enggak ngecek, tapi nikel sudah ada mungkin di atas 150," tambahnya. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus