- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Kaya Mineral, Indonesia Punya Modal Jadi Pemain Besar Industri EV Global
Kredit Foto: IESR
Menurut Fabby, kekayaan mineral tersebut menjadi fondasi kuat bagi Indonesia untuk mempercepat hilirisasi dan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
Momentum ini membuka peluang bagi Indonesia untuk tidak hanya berhenti pada produk antara seperti nickel pig iron atau prekursor, tetapi juga masuk ke produksi sel baterai hingga manufaktur kendaraan listrik secara terintegrasi.
"Penguatan industri EV merupakan momentum emas bagi Indonesia untuk melompat ke rantai nilai global (global value chain) yang lebih tinggi," tambahnya.
IESR juga memandang, pengembangan hingga adopsi kendaraan listrik juga dinilai penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional, di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Fabby menyebutkan, transisi satu juta kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik dapat mengurangi kebutuhan minyak mentah secara signifikan.
Baca Juga: Lonjakan Harga Minyak Membebani APBN, Pengamat Dorong Percepatan Kendaraan Listrik
Dalam hitungannya, kebutuhan minyak mentah RI bisa berkurang hingga 13,2 juta barel per tahun.
"Elektrifikasi transportasi menjadi strategi kunci untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi sekaligus menekan beban subsidi energi," tuturnya. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: