TKDN Rendah, Dampak Ekonomi Pengembangan EV Dinilai Belum Signifikan
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Pengembangan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia dinilai belum memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
Rendahnya tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) serta dominasi produk impor, membuat Indonesia berpotensi hanya menjadi pasar kendaraan listrik global.
Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan pengembangan industri kendaraan listrik nasional belum sepenuhnya terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Ia menilai hilirisasi mineral yang selama ini dilakukan juga belum mampu mendorong terbentuknya ekosistem industri kendaraan listrik secara menyeluruh.
"Selama ini hilirisasi yang dilakukan sebenarnya lebih tepat disebut smelterisasi."
"Produk turunan pertama dan kedua masih diekspor, sehingga tidak mendorong terbentuknya ekosistem industri kendaraan listrik di dalam negeri," ujar Fahmy kepada Warta Ekonomi, Senin (30/3/2026).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: