TKDN Rendah, Dampak Ekonomi Pengembangan EV Dinilai Belum Signifikan
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Ia menjelaskan, hilirisasi seharusnya menghasilkan nilai tambah sekaligus membangun ekosistem industri yang terintegrasi, mulai dari pengolahan mineral hingga produksi kendaraan listrik.
Namun, kebijakan impor kendaraan listrik secara utuh (completely built up/CBU) justru dinilai tidak sejalan dengan tujuan tersebut.
Menurutnya, kendaraan listrik yang masuk ke Indonesia sebagian besar masih dalam bentuk impor utuh tanpa konten lokal.
Kondisi ini membuat Indonesia berpotensi hanya menjadi pasar bagi produsen dari Cina, Korea, dan Jepang.
"Kebijakan waktu itu disyaratkan harus pabriknya ada di Indonesia, kemudian harus ada konten lokal yang bertahap dari 40 sampai 80 persen itu."
"Nah, tapi kemudian kebijakan itu diubah sehingga tidak cocok lagi ya antara membentuk ekosistem industrialisasi," imbuhnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: