Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kalbe Farma (KLBF) Cetak Laba Rp3,66 Triliun di 2025, Tumbuh 13%

Kalbe Farma (KLBF) Cetak Laba Rp3,66 Triliun di 2025, Tumbuh 13% Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun buku 2025, dengan pertumbuhan laba dan penjualan yang konsisten di tengah dinamika sektor kesehatan.

KLBF membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp3,66 triliun, naik 13,09% dibandingkan Rp3,24 triliun pada 2024. Kenaikan ini turut mendorong laba per saham meningkat menjadi Rp80,51 dari Rp70,16.

Dari sisi top line, KLBF mencatatkan penjualan sebesar Rp35,32 triliun, tumbuh 8,26% dari Rp32,62 triliun pada periode sebelumnya. Kontribusi terbesar berasal dari segmen distribusi dan logistik sebesar Rp12,21 triliun, diikuti obat resep Rp10,24 triliun.

Selain itu, segmen nutrisi menyumbang Rp8,04 triliun, sementara produk kesehatan berkontribusi Rp4,82 triliun. Jika dilihat dari sisi wilayah, mayoritas penjualan masih ditopang pasar domestik sebesar Rp32,7 triliun, sementara ekspor menyumbang Rp2,62 triliun.

Seiring pertumbuhan pendapatan, beban pokok pendapatan juga meningkat menjadi Rp21,26 triliun dari Rp19,67 triliun. Meski demikian, laba bruto tetap naik menjadi Rp14,05 triliun dari Rp12,95 triliun, mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menjaga margin.

Baca Juga: Bengkak 746%, Rugi Mayapada Hospital (SRAJ) Tembus Rp199 Miliar di 2025

Baca Juga: Emiten Alat Kesehatan OMED Kantongi Penjualan Rp2,06 Triliun pada 2025

Dari sisi neraca, total aset KLBF tercatat Rp30,69 triliun per Desember 2025, meningkat dari Rp29,42 triliun pada tahun sebelumnya. Liabilitas naik menjadi Rp5,97 triliun dari Rp4,83 triliun, sementara ekuitas tumbuh menjadi Rp24,72 triliun dari Rp24,59 triliun.

Kinerja KLBF menunjukkan pertumbuhan yang sehat dengan fondasi bisnis yang kuat. Dominasi pasar domestik serta kontribusi dari berbagai segmen menjadi faktor utama yang menjaga stabilitas dan keberlanjutan pertumbuhan perusahaan ke depan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Advertisement