Kredit Foto: Antara/Muhammad Bagus Khoirunas
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut program pembangunan 5.000 kampung nelayan hingga 2029 yang ditargetkan pemerintah berpotensi membuka peluang baru bagi industri asuransi untuk memperluas penetrasi pasar, khususnya dalam menyediakan perlindungan risiko di sektor kelautan dan perikanan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menyatakan industri asuransi siap mendukung program pembangunan melalui penyediaan perlindungan bagi masyarakat.
“Program pembangunan kampung nelayan berpotensi menjadi peluang bagi industri asuransi. Pada prinsipnya, industri asuransi siap mendukung berbagai program pembangunan pemerintah dengan menyediakan solusi perlindungan risiko bagi masyarakat,” ucap Ogi dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3/2026).
Program perlindungan bagi kampung nelayan yang ditargetkan mencapai 1.000 lokasi per tahun ini dinilai akan mendorong aktivitas ekonomi baru di wilayah pesisir. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan perlindungan terhadap berbagai risiko usaha, mulai dari produksi hingga distribusi hasil perikanan.
Dalam konteks ini, industri asuransi diposisikan sebagai penyedia perlindungan yang dapat mendukung keberlanjutan usaha masyarakat pesisir. Hal ini penting mengingat sektor kelautan dan perikanan memiliki karakter risiko tinggi dari berbagai faktor, seperti cuaca, operasional, hingga fluktuasi hasil tangkapan.
“Dalam konteks ini, asuransi dapat berperan sebagai pengelola risiko yang memberikan perlindungan terhadap berbagai aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk sektor kelautan dan perikanan,” katanya.
Dengan masuknya produk asuransi, pelaku usaha di sektor tersebut diharapkan memiliki perlindungan yang lebih memadai terhadap risiko usaha.
Baca Juga: OJK Sebut Insentif Galangan Kapal Jadi Angin Segar bagi Industri Asuransi
Baca Juga: OJK Waspadai Dampak Ketegangan Geopolitik Global terhadap Risiko Industri Asuransi Umum
Baca Juga: Industri Asuransi Hadapi Tantangan di Tengah Target Pertumbuhan 7%
“Dengan demikian, keberadaan asuransi diharapkan dapat mendukung keberlanjutan usaha masyarakat serta meningkatkan ketahanan ekonomi para pelaku usaha nelayan,” ujar Ogi.
Sebagai informasi, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menargetkan pembangunan 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) pada 2026 di wilayah Indonesia Timur yang memiliki potensi kelautan besar namun masih membutuhkan dukungan infrastruktur.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait:
Advertisement