Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Ada sejumlah cara yang bisa digunakan investor untuk menghindari jebakan saham gorengan, yaitu:
1. Fokus pada Fundamental Perusahaan
Sebelum membeli saham, investor perlu untuk memeriksa aporan keuangan, prospek bisnis, dan manajemen perusahaan, tidak hanya melihat pada pergerakan harga. Pasalnya saham dengan fundamental kuat lebih aman dibanding saham yang hanya digerakkan isu sesaat.
2. Waspadai Lonjakan Harga dan Volume Mendadak
Jika sebuah saham tiba-tiba melonjak tajam tanpa berita atau alasan jelas, kemungkinan besar itu adalah saham gorengan. Investor sebaiknya berhati-hati dan tidak ikut-ikutan membeli hanya karena tren.
3. Perhatikan Likuiditas Saham
Biasanya, saham jenis ini berasal dari perusahaan dengan kapitalisasi kecil dan likuiditas rendah. Hindari saham yang jarang diperdagangkan, lalu tiba-tiba ramai dalam waktu singkat.
Baca Juga: Apa Itu Saham Blue Chip? Alasan Investor Pemula Wajib Tahu
4. Gunakan Strategi Jangka Panjang
Investasi jangka panjang pada saham dengan fundamental baik lebih aman dibanding mengejar keuntungan cepat dari saham gorengan.
Perbedaan Saham Gorengan dan Saham Growth
| Aspek | Saham Gorengan | Saham Growth |
| Pergerakan Harga | Tidak wajar, sering melonjak atau turun drastis tanpa alasan fundamental | Naik stabil seiring pertumbuhan bisnis |
| Volume Transaksi | Mendadak tinggi karena spekulasi | Konsisten, didukung minat investor jangka panjang |
| Fundamental | Lemah, sering merugi atau tidak jelas prospeknya | Kuat, perusahaan tumbuh dengan pendapatan dan laba meningkat |
| Risiko | Sangat tinggi, rawan pump and dump | Lebih terkendali, risiko sesuai kondisi pasar |
| Tujuan Investor | Spekulasi jangka pendek | Investasi jangka panjang untuk pertumbuhan nilai |
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait:
Advertisement