Iran Ancam Serang Meta, Google, Apple, Tuding Terlibat Pembunuhan Pejabat
Kredit Foto: Reuters
Garda Revolusi Iran mengatakan, mereka akan menargetkan perusahaan teknologi terkemuka AS seperti Apple, Google, dan Meta, jika lebih banyak pemimpin Iran terbunuh.
Dalam pernyataan resminya, Garda Revolusi menyebut setidaknya 18 perusahaan teknologi sebagai target, termasuk Apple, Google, Meta Platforms, IBM, Tesla, hingga Boeing.
“Perusahaan-perusahaan ini, mulai pukul 20.00 waktu Teheran pada Hari Rabu 1 April, harus siap menerima penghancuran unit-unit terkait mereka, sebagai imbalan atas setiap pembunuhan di Iran,” kata Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan, dikutip South China Morning Post, Rabu (1/4/2026)
Ancaman ini juga disertai peringatan langsung kepada para pekerja.
“Kami menyarankan para karyawan lembaga-lembaga ini untuk segera meninggalkan tempat kerja mereka, demi menyelamatkan nyawa mereka,” tambah pernyataan itu.
Garda Revolusi Iran juga meminta warga yang tinggal di sekitar fasilitas mereka, untuk menjauh setidaknya dalam radius satu kilometer.
Ancaman datang dari kecurigaan Iran terhadap perusahaan-perusahaan teknologi besar asal Amerika Serikat itu, ikut terlibat dalam pembunuhan pejabat tinggi Iran.
Iran menduga Google, Meta, dan Apple-CS berperan dalam operasi yang disebut sebagai Targeted Assassination terhadap pejabat tinggi negara.
Menurut mereka, perusahaan-perusahaan ini merupakan elemen utama dalam merancang dan melacak target pembunuhan.
Konflik Iran-AS telah menelan korban dari jajaran elite Iran, termasuk pemimpin tertinggi Ali Khamenei dan komandan Garda Revolusi Mohammad Pakpour, yang dilaporkan tewas pada hari pertama perang, 28 Februari.
Baca Juga: Konflik Iran Buka Tabir, Amerika Serikat Enggan Tegaskan Komitmen Melindungi NATO
Tokoh penting lainnya seperti Ali Larijani juga disebut menjadi korban.
Ancaman terhadap perusahaan teknologi ini menandai babak baru dalam konflik, di mana sektor teknologi swasta global ikut terseret dalam dinamika geopolitik yang semakin kompleks. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait:
Advertisement