Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PTBA Kantongi Laba Bersih Rp2,93 Triliun di 2025

PTBA Kantongi Laba Bersih Rp2,93 Triliun di 2025 Kredit Foto: MIND ID
Warta Ekonomi, Jakarta -

Emiten pertambangan batu bara anggota Grup MIND ID, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), membukukan laba bersih sebesar Rp2,93 triliun, sepanjang tahun buku 2025.

Perolehan ini dicapai di tengah resistensi volatilitas harga batu bara global dan koreksi indeks pasar internasional.

Selain laba bersih, perseroan mencatatkan kinerja keuangan yang solid dengan perolehan EBITDA mencapai Rp6,08 triliun.

Meski profitabilitas sempat tertekan dinamika harga, fundamental bisnis PTBA tetap sehat yang tercermin dari kenaikan arus kas operasi sebesar 24% menjadi Rp 6,26 triliun.

Direktur Utama PTBA Arsal Ismail mengatakan, capaian kinerja operasional sepanjang tahun 2025 merupakan bukti ketahanan perseroan dalam menghadapi gangguan harga komoditas.

"Meski harga jual rata-rata terkoreksi akibat penurunan indeks Newcastle sebesar 22%, PTBA mampu menjawab tantangan tersebut dengan peningkatan efisiensi operasional dan perluasan pasar global,” jelas Arsal dalam keterangan resminya, Kamis (2/4/2026).

Dari sisi neraca, total aset PTBA tumbuh menjadi Rp 43,92 triliun, didorong oleh penambahan aset tetap strategis.

Perseroan juga merealisasikan belanja modal (belanja modal/capex) sebesar Rp4,55 triliun yang dikhususkan pada infrastruktur jangka panjang, termasuk proyek angkutan batu bara relasi Tanjung Enim–Kramasan.

Pertumbuhan Operasional

Secara operasional, emiten berkode saham PTBA ini mencatatkan kenaikan volume produksi sebesar 9% menjadi 47,2 juta ton.

Sejalan dengan itu, volume penjualan juga meningkat 6% mencapai 45,4 juta ton, sementara volume angkutan batu bara naik 6% menjadi 40,4 juta ton.

Dalam hal distribusi, PTBA mempertahankan posisinya sebagai pilar energi nasional dengan mengalokasikan 54% penjualan untuk pasar domestik.

Di pasar ekspor (46%), perusahaan agresif melakukan ekspansi melampaui pasar tradisional Asia seperti Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina, dengan menembus pasar baru di Eropa, yakni Spanyol dan Rumania.

Menatap tahun 2026, manajemen PTBA optimistis setelah mendapatkan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari pemerintah tanpa adanya pemotongan volume.

Perseroan menargetkan produksi dan penjualan sebesar 49,5 juta ton pada tahun ini.

Baca Juga: Laba PTBA Ambles 43% di 2025 Imbas Pelemahan Harga Batu Bara

Arsal menambahkan, strategi kepemimpinan biaya melalui skema penambangan selektif dan optimalisasi rantai pasok akan terus menjadi mesin utama perusahaan untuk menjaga daya saing.

“Dengan fokus pada efisiensi dan pengembangan bisnis yang berkelanjutan dengan tetap mengedepankan komitmen terhadap tata kelola perusahaan, PTBA optimis dapat menjaga kinerja positif yang berkelanjutan, untuk berkontribusi pada perekonomian bangsa serta menjaga ketahanan energi nasional,” tuturnya. (*)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus

Advertisement