Di Tengah Ketidakpastian Dunia, Blusukan Prabowo ke Jepang dan Korea Hasilkan Investasi Jumbo
Kredit Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev
Pemerintah Pastikan Kepastian Investasi di Tengah Risiko Global
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menilai capaian investasi dari dua negara tersebut menjadi sinyal kuat daya tarik Indonesia di tengah tekanan global.
“Artinya kunjungan Bapak Presiden ke dua negara ini menghasilkan komitmen investasi sebesar Rp574 triliun,” ujarnya.
Ia menegaskan nilai tersebut sangat signifikan dalam kondisi global saat ini.
“Ini sebuah angka yang sangat signifikan karena Indonesia dalam situasi geopolitik yang tidak menentu ini masih menjadi daya tarik bagi para investor baik dari Jepang maupun Korea,” tambahnya.
Airlangga menjelaskan bahwa investasi tersebut mencakup sektor strategis seperti energi terbarukan, carbon capture, industri baja dan baterai, hingga digital dan kecerdasan buatan. Pemerintah juga menyiapkan mekanisme debottlenecking untuk mempercepat realisasi proyek.
“Kami menyiapkan mekanisme debottlenecking agar seluruh persoalan yang dihadapi dunia usaha dapat diselesaikan dengan cepat,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Investasi Rosan Roeslani menekankan bahwa keterlibatan langsung Presiden dalam dialog dengan investor menjadi faktor utama peningkatan kepercayaan.
“Mereka bisa menyampaikan langsung ke Bapak Presiden inputnya, kemudian feedback-nya, dan juga apa kendala-kendalanya yang memang mereka ada di Indonesia dan Bapak Presiden sangat responsif dan sangat terbuka. Dan ini sangat-sangat direspons positif oleh dunia usaha,” ujarnya.
Rosan mengungkapkan bahwa minat investasi dari kedua negara terus meningkat, dengan tren pertumbuhan investasi Korea sekitar 14 persen per tahun dan Jepang sekitar 8–9 persen per tahun. Ia juga menyoroti peran Danantara dalam mendorong skema co-investment dengan investor global.
“Kami memang dalam proses menindaklanjuti untuk investasi bersama-sama dengan Lotte Chemical dan juga dengan POSCO dengan nilai investasinya kurang lebih itu bersama-sama bisa mencapai 6 miliar dolar Amerika,” ungkapnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Saksikan Pertukaran 10 MoU RI–Republik Korea, Perkuat Kemitraan Strategis
Baca Juga: Rosan Ungkap Investasi US$1,4 Miliar untuk Bangun Pabrik Panel Surya di Indonesia
Menurutnya, stabilitas ekonomi dan politik Indonesia menjadi faktor utama dalam menarik investasi jangka panjang. Sejumlah investor bahkan mulai masuk ke fase ekspansi lanjutan.
“Karena itu adalah modal utama dari setiap investasi yang merupakan long term commitment kepada Indonesia,” jelasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait:
Advertisement