Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Di Tengah Ketidakpastian Dunia, Blusukan Prabowo ke Jepang dan Korea Hasilkan Investasi Jumbo

Di Tengah Ketidakpastian Dunia, Blusukan Prabowo ke Jepang dan Korea Hasilkan Investasi Jumbo Kredit Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden RI Prabowo Subianto memanfaatkan momentum ketidakpastian global untuk memperkuat posisi ekonomi Indonesia melalui rangkaian kunjungan strategis ke Jepang dan Korea Selatan. Di tengah tekanan geopolitik, gangguan rantai pasok, dan volatilitas energi, pemerintah mengamankan komitmen investasi senilai US$33,89 miliar atau sekitar Rp575 triliun.

Di Tokyo, Prabowo menegaskan percepatan implementasi kerja sama ekonomi sebagai langkah strategis menjaga momentum pertumbuhan.

“Kami, Indonesia akan bekerja keras untuk mempercepat ratifikasi dan implementasi dari protokol amandemen Indonesia-Jepang Economic Partnership Agreement. Saya berharap dalam waktu cepat ini bisa kita selesaikan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan arah investasi yang diinginkan Indonesia, yakni masuk ke sektor bernilai tambah.

“Kami juga terus mengajak dan membuka diri untuk partisipasi Jepang dalam ekonomi Indonesia, juga kerja sama kemitraan di bidang mineral kritis dan rare earth, juga kami mengundang Jepang partisipasi dalam industrialisasi Indonesia dengan hilirisasi,” kata Prabowo.

Di Seoul, Ia menegaskan pentingnya penguatan kemitraan ekonomi dalam situasi global yang tidak pasti.

“Kunjungan kenegaraan saya ke sini berlangsung di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian dan bahaya. Oleh karena itu, hubungan antarnegara seperti Indonesia dan Republik Korea menjadi semakin penting,” ujar Prabowo.

Baca Juga: Respons Cepat Presiden Prabowo Tingkatkan Kepercayaan Investor Jepang dan Korea

Baca Juga: Seskab Teddy: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Hasilkan Komitmen Bisnis Rp575 Triliun

Baca Juga: Presiden Prabowo dan PM Jepang Sepakati Kerja Sama Strategis Mineral Kritis

Ia juga menyoroti kesamaan kepentingan kedua negara sebagai ekonomi berbasis perdagangan.

“Kita berdua adalah negara perdagangan. Kita membutuhkan hubungan yang baik untuk kesejahteraan ekonomi kedua negara kita,” imbuhnya.

Komitmen Investasi Jepang dan Korea Capai Rp575 Triliun

Rangkaian kunjungan tersebut menghasilkan komitmen investasi dengan nilai signifikan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan total nilai kerja sama mencapai US$33,89 miliar.

“Sehingga total keseluruhan mencapai USD 33,89 miliar atau sekitar Rp575 triliun,” ujarnya.

Nilai tersebut berasal dari Jepang sebesar US$23,63 miliar dan Korea Selatan sebesar US$10,26 miliar, mencerminkan penguatan kemitraan ekonomi Indonesia dengan dua negara utama di Asia Timur.

Kerja sama dengan Jepang diarahkan pada penguatan sektor energi dan industrialisasi dengan nilai US$23,63 miliar. Sejumlah proyek utama meliputi:

  1. Pengembangan Lapangan Gas Abadi Blok Masela bersama Inpex
  2. Produksi metanol berbasis emisi karbon di Bontang
  3. Eksplorasi migas di kawasan Asia Tenggara
  4. Proyek panas bumi Rajabasa dan Hululais
  5. Pengembangan semikonduktor dan manufaktur chip
  6. Pembentukan aviation leasing fund
  7. Penguatan ekosistem emas dan inklusi keuangan
  8. Kemitraan perdagangan dan investasi melalui KADIN dan JCCI
  9. Kolaborasi investasi antara JETRO dan Danantara

Baca Juga: Prabowo Bawa Pulang Investasi Rp173 T dari Korea Selatan, Ini Sektor yang Dibidik

Baca Juga: Jepang Agresif Investasi ke Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global, Energi dan Minerba Dapat Porsi Besar

Di Korea Selatan, kerja sama difokuskan pada sektor teknologi dan industri masa depan dengan nilai sekitar US$10,2 miliar. Proyek yang disepakati antara lain:

  1. Kerja sama ekonomi 2.0 dan kemitraan strategis komprehensif
  2. Pengembangan energi terbarukan dan carbon capture and storage (CCS)
  3. Industri baja, baterai, dan transportasi ramah lingkungan
  4. Pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan ekonomi digital
  5. Pemanfaatan AI untuk sektor kesehatan
  6. Perlindungan kekayaan intelektual
  7. Kerja sama keuangan Danantara dengan Exim Bank Korea
  8. Industri energi lepas pantai

Pemerintah Pastikan Kepastian Investasi di Tengah Risiko Global

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menilai capaian investasi dari dua negara tersebut menjadi sinyal kuat daya tarik Indonesia di tengah tekanan global.

“Artinya kunjungan Bapak Presiden ke dua negara ini menghasilkan komitmen investasi sebesar Rp574 triliun,” ujarnya.

Ia menegaskan nilai tersebut sangat signifikan dalam kondisi global saat ini.

“Ini sebuah angka yang sangat signifikan karena Indonesia dalam situasi geopolitik yang tidak menentu ini masih menjadi daya tarik bagi para investor baik dari Jepang maupun Korea,” tambahnya.

Airlangga menjelaskan bahwa investasi tersebut mencakup sektor strategis seperti energi terbarukan, carbon capture, industri baja dan baterai, hingga digital dan kecerdasan buatan. Pemerintah juga menyiapkan mekanisme debottlenecking untuk mempercepat realisasi proyek.

“Kami menyiapkan mekanisme debottlenecking agar seluruh persoalan yang dihadapi dunia usaha dapat diselesaikan dengan cepat,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Investasi Rosan Roeslani menekankan bahwa keterlibatan langsung Presiden dalam dialog dengan investor menjadi faktor utama peningkatan kepercayaan.

“Mereka bisa menyampaikan langsung ke Bapak Presiden inputnya, kemudian feedback-nya, dan juga apa kendala-kendalanya yang memang mereka ada di Indonesia dan Bapak Presiden sangat responsif dan sangat terbuka. Dan ini sangat-sangat direspons positif oleh dunia usaha,” ujarnya.

Rosan mengungkapkan bahwa minat investasi dari kedua negara terus meningkat, dengan tren pertumbuhan investasi Korea sekitar 14 persen per tahun dan Jepang sekitar 8–9 persen per tahun. Ia juga menyoroti peran Danantara dalam mendorong skema co-investment dengan investor global.

“Kami memang dalam proses menindaklanjuti untuk investasi bersama-sama dengan Lotte Chemical dan juga dengan POSCO dengan nilai investasinya kurang lebih itu bersama-sama bisa mencapai 6 miliar dolar Amerika,” ungkapnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Saksikan Pertukaran 10 MoU RI–Republik Korea, Perkuat Kemitraan Strategis

Baca Juga: Di Forum Bisnis Indonesia-Jepang, Presiden Prabowo Tawarkan Investasi Nyata, Transparan, dan Menguntungkan

Baca Juga: Rosan Ungkap Investasi US$1,4 Miliar untuk Bangun Pabrik Panel Surya di Indonesia

Menurutnya, stabilitas ekonomi dan politik Indonesia menjadi faktor utama dalam menarik investasi jangka panjang. Sejumlah investor bahkan mulai masuk ke fase ekspansi lanjutan.

“Karena itu adalah modal utama dari setiap investasi yang merupakan long term commitment kepada Indonesia,” jelasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement