Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kejar Target 1 Juta Ton Aluminium, Dirut Inalum Ungkap Sederet Kebutuhan Strategis Perusahaan

Kejar Target 1 Juta Ton Aluminium, Dirut Inalum Ungkap Sederet Kebutuhan Strategis Perusahaan Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan

Namun, untuk pengembangan smelter baru di Mempawah (Smelter 2), Inalum membutuhkan dukungan pembangkit listrik (PLTU) berkapasitas 1,2 GW yang dikerjakan bersama mitra strategis.

“Penetapan harga batu bara DMO (Domestic Market Obligation) sangat diperlukan, agar tarif listrik tetap kompetitif untuk operasional smelter kami selama 30 tahun ke depan,” jelas Melati.

Tak hanya itu, pengembangan infrastruktur logistik terpadu, terutama optimalisasi Pelabuhan Kijing di Kalimantan Barat, menjadi syarat mutlak untuk menjamin kelancaran distribusi alumina dari refinery ke smelter dan ke pasar global.

Desakan Moratorium Smelter Baru

Di sisi kebijakan, Melati menegaskan Inalum membutuhkan proteksi pasar melalui kebijakan moratorium pembangunan smelter aluminium baru oleh pihak lain.

Menurutnya, tanpa kontrol dari pemerintah, Indonesia terancam mengalami overcapacity yang dapat menjatuhkan harga dan mempercepat penipisan cadangan bauksit nasional.

"Kemudian juga dukungan pada koordinasi antar-kementerian dan lembaga terkait, khususnya pada penetapan moratorium sementara untuk pembangunan alumina refinery dan smelter aluminium baru, guna memprioritaskan optimalisasi refinery dan smelter yang telah ada serta melakukan evaluasi kebutuhan nasional secara berkala."

Baca Juga: Inalum Bidik FID PLTU 1,2 GW Mempawah Tahun Ini

"Ini menjadi concern sangat besar untuk kami, karena salah satu investasi kami smelter aluminium Mempawah itu memiliki ke ekonomi umur keekonomian 30 tahun,” ucapnya.

Hingga saat ini, Inalum terus mempercepat pembangunan SGAR Fase 2 dengan estimasi pendanaan mencapai USD 882 juta atau sekitar Rp14,8 triliun, untuk memastikan rantai pasok 1 juta ton aluminium tersebut dapat terealisasi tepat waktu. (*)

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus

Advertisement