Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Menlu Jerman Prediksi AS Segera Akhiri Operasi Militer di Iran

Menlu Jerman Prediksi AS Segera Akhiri Operasi Militer di Iran Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul memprediksi Amerika Serikat (AS) akan segera mengakhiri operasi militer di Iran. Menurutnya, kecil kemungkinan bagi AS untuk melancarkan operasi darat berskala besar terhadap Iran.

"Siapa pun yang ingin memberikan tekanan dalam situasi seperti ini harus punya beberapa pilihan. Setelah banyak negosiasi dengan AS, kami tak melihat Presiden Donald Trump serius mempertimbangkan operasi darat skala besar dan jangka panjang," kata Wadephul, dalam wawancara dengan grup media Funke, dikutip dari Antara, Sabtu (4/4).

Ia menambahkan, operasi militer AS kemungkinan tidak akan berlangsung lama setelah tujuan militernya tercapai. 

Wadephul juga menolak mengomentari pernyataan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier yang menyebut serangan AS dan Israel terhadap Iran sebagai pelanggaran hukum internasional, sembari menunggu klarifikasi resmi dari Washington.

"Pemerintah AS harus menjelaskan penilaiannya kepada kami secara lebih terperinci. Kami menunggu klarifikasi tersebut setelah Paskah," kata Wadephul.

Baca Juga: Diplomasi Buntu Total: Qatar Mundur, Iran Ogah Negosiasi dengan AS

Baca Juga: Langkah Iran di Hormuz Bisa Ubah Aturan Main Laut Internasional

Selain itu, Wadephul menyatakan keprihatinan atas pernyataan Presiden Trump yang menyebut AS akan keluar dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Sebelumnya, Presiden Trump menyatakan pihaknya akan melangsungkan serangan besar terhadap Iran dalam dua hingga tiga pekan ke depan. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth juga menegaskan bahwa semua opsi, termasuk serangan darat, masih dipertimbangkan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Tag Terkait:

Advertisement