Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
"Dan 1 Juli mulai diterapkan implementasi B50,” ujar Bahlil di KESDM, Jakarta, Senin (5/4/2026).
Bahlil menjelaskan, program percepatan B50 merupakan langkah antisipatif pemerintah di tengah peluncuran pasar energi global.
Menurutnya, diversifikasi energi nabati menjadi instrumen vital, agar Indonesia memiliki kemandirian dalam mengatasi harga dan pasokan minyak mentah dunia.
"Inilah kenapa pemerintah dari awal itu mencari energi alternatif."
"Dulu kan kalian ketawain gue kan, ketika saya mencanangkan untuk B50 dan etanol."
"Bayangkan sekarang kalau tidak ada kita diversifikasi, kita mau berharap kepada siapa?" Tuturnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Advertisement