Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Uji Coba Menuju Finalisasi
Meskipun implementasi penuh dijadwalkan pada awal Juli, Bahlil menyebutkan proses pemantauan teknis masih terus berjalan hingga tahap finalisasi.
Sejauh ini, kinerja campuran 50% bahan bakar nabati (BBN) tersebut dinilai cukup adaptif terhadap mesin-mesin industri dan transportasi massal.
“Sampai dengan hari ini uji cobanya alhamdulillah cukup baik,” imbuh Bahlil.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak terhadap kebijakan transisi energi ini.
Menurutnya, keberhasilan program B50 bukan hanya soal penyediaan kuota energi, melainkan kepentingan strategi bangsa dalam jangka panjang.
Baca Juga: Kejar Target Swasembada Energi, Etanol Hingga Biodiesel Bakal Dioptimalkan
"Jadi kalau boleh teman-teman media juga mendukung deh apa yang dibuat oleh pemerintah, dalam konteks kebaikan rakyat bangsa dan negara ya," cetusnya.
Penerapan B50 ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap neraca perdagangan nasional melalui pengurangan impor solar, sekaligus memberikan nilai tambah bagi industri kelapa sawit di dalam negeri, sebagai bahan baku utama biodiesel. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Advertisement