Kredit Foto: Merdeka Battery
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menetapkan target produksi bijih nikel yang agresif hingga 35 juta wet metric tonnes (wmt) pada tahun 2026.
Langkah strategis ini diambil menyusul lonjakan signifikan pada cadangan bijih nikel perseroan, yang naik sebesar 48 persen secara tahunan.
Berdasarkan laporan operasional terbaru per 31 Desember 2025, target produksi jumbo tersebut mencakup 8,0 hingga 10,0 juta wmt bijih saprolit, dan 20,0 hingga 25,0 juta wmt bijih limonit.
Selain mengejar angka produksi, anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) ini juga membidik misi penting untuk mencapai swasembada pasokan bijih saprolit sepenuhnya, bagi pabrik peleburan RKEF milik mereka pada tahun yang sama.
Penguatan target produksi ini didasari oleh basis cadangan di Tambang Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) yang kini mencapai 578,8 juta wmt, atau setara 4,4 juta ton kandungan nikel.
Kenaikan cadangan ini merupakan hasil dari keberhasilan eksplorasi lanjutan dan optimalisasi perencanaan tambang sepanjang tahun 2025.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait:
Advertisement