Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tentang Masalah Pengayaan Uranium yang Diminta Iran, Trump: Ini Telah Ditangani dengan Sempurna

Tentang Masalah Pengayaan Uranium yang Diminta Iran, Trump: Ini Telah Ditangani dengan Sempurna Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan dukungannya terhadap keputusan Amerika Serikat (AS) untuk menangguhkan serangan ke Iran selama dua pekan. Dan berikut pernyataan Netanyahu di akun X:

Israel mendukung keputusan Presiden Trump untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua pekan, dengan syarat Iran harus segera membuka selat dan menghentikan segala bentuk serangan terhadap AS, Israel, dan negara-negara di kawasan.

Namun, ia dengan tegas menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata tersebut tidak berlaku untuk pertempuran melawan pasukan Hizbullah di Lebanon.

Pernyataan Netanyahu ini sekaligus mengklarifikasi dan membantah ucapan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang sebelumnya mengklaim bahwa gencatan senjata tersebut juga mencakup wilayah Lebanon.

Baca Juga: Sikap Israel Melihat AS dan Iran Sepakat Lakukan Gencatan Senjata

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengklaim telah terjadi kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran.

Menurut Trump ini adalah "kemenangan yang utuh dan menyeluruh". Dikutip dari laporan Agence France-Presse tak lama setelah pengumuman jeda pertempuran tersebut, ia juga memastikan bahwa persoalan uranium akan "ditangani dengan sempurna".

"Seratus persen. Tidak perlu diragukan lagi," tegas Trump.

Trump menekankan bahwa masalah cadangan uranium yang diperkaya milik Iran akan diselesaikan dengan baik melalui kesepakatan ini. "Jika tidak, saya tidak akan menyetujuinya," imbuhnya. 

Sebelumnya, saat ditanya mengenai cadangan uranium rezim Iran, Trump sempat bersikap acuh tak acuh dengan mengatakan "saya tidak peduli", beralasan bahwa hal tersebut bisa dipantau melalui satelit.

Di sisi lain, Dewan Tertinggi Iran menyatakan telah menyetujui gencatan senjata sementara selama dua pekan. Kesepakatan ini akan disusul dengan perundingan lanjutan yang rencananya digelar di Islamabad pada hari Jumat, 10 April.

Syarat awal perundingan yang diajukan pihak Iran yang sempat dinilai Trump "bisa diwujudkan" ini juga mencakup hak Iran untuk tetap memegang kendali atas Selat Hormuz, serta penarikan seluruh pasukan militer AS dari kawasan tersebut.

Meski demikian, hingga kini masih belum dipastikan kapan gencatan senjata tersebut akan benar-benar diimplementasikan, mengingat berbagai gempuran rudal dan serangan lainnya masih terus berlanjut di berbagai penjuru kawasan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait: