Kredit Foto: BP
Kendaraan Energi Baru (New Energy Vehicle/NEV) asal China sukses menjadi magnet di ajang Melbourne Motor Show 2026.
Di tengah tren kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) global, konsumen Australia ternyata lebih terpikat pada kelengkapan fitur canggih dan kenyamanan yang ditawarkan oleh pabrikan Tiongkok tersebut dibandingkan sekadar efisiensi biaya.
Pergeseran minat ini terlihat jelas dari antusiasme pengunjung pameran. Disitat dari Xinhua, Sandra, seorang pensiunan rela berkendara selama tiga jam menuju Melbourne Convention and Exhibition Centre pada Jumat (10/4) khusus untuk meminang Zeekr X.
Saat ditanya apakah lonjakan harga bahan bakar menjadi alasan utamanya beralih ke kendaraan listrik, Sandra memberikan jawaban lugas.
"Saya tidak terlalu khawatir soal harga BBM. Saya menyukai kenyamanan dan fitur-fitur mobil ini," ungkapnya.
Fenomena ini tidak mengejutkan bagi para pelaku industri. Managing Director Zeekr Australia, Li Xinlin, menuturkan bahwa minat konsumen lokal terhadap NEV sudah melonjak bahkan sebelum ketegangan geopolitik di Timur Tengah mengerek harga minyak.
Menurut Li, NEV memikat pembeli melalui teknologi mutakhir seperti sistem pengemudi otonom (autonomous driving) dan parkir otomatis.
Pengalaman berkendara yang melampaui mobil berbahan bakar bensin pada rentang harga yang sama menjadi nilai jual utama, sementara naiknya harga minyak hanya bertindak sebagai katalis tambahan yang mempercepat adopsi.
Di lantai pameran, merek-merek otomotif China mendominasi hampir separuh dari total partisipan. Mereka menawarkan lini produk yang komprehensif, mulai dari mobil kompak, SUV menengah, hingga pikap berukuran besar dengan opsi penggerak hybrid, plug-in hybrid (PHEV), dan baterai murni (BEV).
Namun, variasi produk saja dinilai tidak cukup untuk menaklukkan pasar Australia yang memiliki karakteristik geografis luas dengan infrastruktur pengisian daya yang masih terbatas.
Fokus pada layanan jangka panjang juga disuarakan oleh General Manager Great Wall Motors (GWM) Australia, Gao Zhenfeng. Ia menegaskan bahwa meroketnya penjualan mobil China di luar negeri hanyalah langkah awal.
"Prioritas yang lebih besar adalah melayani pelanggan dengan baik, memperdalam akar di pasar lokal, dan menghilangkan kekhawatiran pembeli melalui jaringan penjualan dan dukungan purnajual yang lebih kuat," tegas Gao.
Secara keseluruhan, ajang Melbourne Motor Show tahun ini membuktikan bahwa penetrasi kendaraan elektrifikasi China di Australia didorong oleh kombinasi berbagai faktor.
Kenaikan harga BBM mungkin memicu rasa penasaran, namun pada akhirnya, inovasi teknologi, kenyamanan, dan jaminan purnajual lah yang meyakinkan konsumen untuk melakukan pembelian.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: