Kredit Foto: Dok. Kemenekraf
Seken Living berhasil membuktikan bahwa limbah kayu dapat diolah menjadi karya kriya berkelas dunia, sekaligus menjaga ekosistem lingkungan dan memberdayakan perajin lokal Yogyakarta.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menyampaikan hal tersebut saat melihat langsung praktik desain berkelanjutan (sustainable design) berbasis kayu jati di Workshop Seken Living, Yogyakarta, Selasa (14/4/2026).
Sejak berdiri pada 2014, Seken Living fokus mengolah kayu bekas menjadi produk estetis dan fungsional. Kini, mereka berkembang menjadi ekosistem kreatif terpadu yang memadukan keahlian tradisional dengan manajemen modern untuk memenuhi kebutuhan pasar ramah lingkungan.
"Seken Living adalah contoh nyata bagaimana kreativitas dapat memberikan nafas baru bagi limbah kayu menjadi produk kriya kelas dunia. Kami sangat mengapresiasi konsistensi jenama ini dalam menjaga ekosistem lingkungan sekaligus memberdayakan perajin lokal di Yogyakarta," ujarnya, dikutip dari siaran pers Kementerian Ekraf, Rabu (15/4).
Wamen Ekraf menegaskan bahwa Kementerian Ekraf berkomitmen untuk bertindak sebagai akselerator bagi jenama lokal yang memiliki visi keberlanjutan. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dukungan pendanaan ekspor dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank yang telah didapatkan Seken Living, pemerintah optimis produk kriya Indonesia akan semakin dominan di pasar global.
"Sinergi antara kreativitas dan dukungan finansial seperti dari Indonesia Eximbank adalah kunci untuk menembus hambatan pasar internasional. Kami ingin memastikan bahwa produk dengan narasi sustainability seperti ini mendapatkan panggung yang layak di kancah global, karena dunia saat ini tengah mencari produk yang ramah lingkungan," tambah Wamen Ekraf.
Seken Living mengembangkan lima lini bisnis yang saling terintegrasi, yakni Showroom Furnitur kayu daur ulang yang terintegrasi dengan kafe Nest Coffee & Donuts, konsep mindful eating di Sabin Cafe, bangunan daur ulang Uma Accommodation, kurasi dekorasi rustic pada Toko Online, hingga resto bar futuristik untuk acara privat pada Stairs at Prawirotaman. Sinergi ini dinilai sebagai potret nyata inovasi ekonomi kreatif yang sukses menyatukan nilai ekonomi dengan gaya hidup berkelanjutan yang selaras dengan alam.
Selain rutin menggelar pameran di dalam negeri, Seken Living juga merambah pasar internasional melalui ajang bergengsi seperti Maison & Objet di Prancis, Salone del Mobile di Milan, dan Shoppe Object di Amerika Serikat. Meskipun, saat ini menghadapi tantangan berupa semakin terbatasnya akses serta kesempatan untuk tampil di kancah mancanegara.
Baca Juga: BDT 2026 Dibuka, Begini Cara Daftar Beasiswa AI dari Kementerian Ekraf
Baca Juga: Kementerian Ekraf Buka Kerja Sama Strategis dengan AS, Dorong Talenta Kreatif Berbasis Budaya
"Kehadiran Wamen Ekraf memberi semangat bagi kami. Kami berharap pemerintah terus mendukung akses pasar dan promosi digital agar produk berbasis material recycled wood dengan karakter alami kami semakin kompetitif di pasar. Kami juga berharap Seken Living bisa terus dilibatkan dalam berbagai pameran dan event mendatang," ujar Ferryal Pendiri Seken Living.
Kementerian Ekraf menegaskan kehadiran pemerintah pusat dalam memastikan inovasi berbasis kearifan lokal dan kelestarian alam terus menjadi motor penggerak ekonomi. Langkah ini memperkuat komitmen bersama untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan nasional yang dimulai dari daerah, demi menciptakan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait:
Advertisement