Kredit Foto: Warta Ekonomi
Siapa sih yang tidak ingin memiliki bisnis atau usaha sukses di usia mapan? Tentu hampir semua orang menginginkannya. Namun, sayangnya, banyak orang justru bingung harus memulai dari mana, apalagi jika menyangkut masalah modal.
Sebenarnya, selama memiliki niat kuat dan mulai mempersiapkannya sejak dini, kita bisa memulai dari hal-hal kecil, misalnya menjadi pelaku UMKM. Meskipun skala usahanya masih kecil, perencanaan keuangan yang tepat menjadi modal utama agar usaha tersebut terus berkembang dan berkelanjutan hingga kita mencapai usia mapan.
Selain itu, jangan pernah berpikir untuk mendapatkan omzet yang tinggi secara instan. Sebab, keberhasilan pelaku UMKM untuk bertahan bukan semata ditentukan oleh tingginya omzet tapi juga pengelolaan keuangan yang disiplin dan terencana. Salah satu UMKM yang mampu bertahan hingga lebih dari satu dekade karena pengelolaan bisnis yang tepat adalah brand keripik pedas Maicih.
Founder Maicih, Reza, mengungkapkan bahwa ia memulai merencanakan bisnisnya sejak masih duduk di bangku kuliah dengan menyisihkan sebagian penghasilannya sebagai modal untuk memulai bisnisnya kelak. Ketika sudah memulai, bisnisnya sempat mengalami lonjakan omzet signifikan dalam waktu singkat sejak awal berdiri, "Terjadi momentum yang luar biasa, 7-8 bulan itu omzetnya langsung miliaran per bulan. Di situ saya kaget, masih kuliah juga," ungkap Reza.
Sejak awal, Reza menekankan adanya perencanaan keuangan penting untuk diterapkan meskipun skala bisnis yang dikelola masih kecil. Dimulai dari modal yang terbatas, perlahan Maicih berkembang menjadi bisnis yang besar berbekal keberanian dan pengelolaan yang terus diperbarui. Hingga pada akhirnya, pengelolaan keuangan menjadi semakin matang seiring dengan pertumbuhan bisnis yang kuat.
“Modal di awal kita memulai itu sebenarnya start dari 2 juta rupiah akhirnya terjadi momentum yang luar biasa baru dipersiapkan lebih matang lagi. Keuangan pun tidak semua saya pegang semuanya sendiri. Jadi memang ada tim bagiannya untuk finance,” ucap Reza.
Kisah Maicih ini menjadi bukti pentingnya memiliki perencanaan sejak dini untuk mebuka sebuah bisnis suatu hari nanti mebutuhkan modal dan rencana yang matang. Dengan pengelolaan keuangan dan strategi yang tepat, bisnis dapat bertahan dan terus berkembang. Untuk mendapatkan wawasan lebih detail dari perjalanan dan strategi bisnis Maicih, pelaku UMKM dapat mengikuti Bincang Mapan dari Prudential Indonesia yang menghadirkan para praktisi berpengalaman di bidangnya.
Dalam program ini, peserta akan mendapatkan berbagai wawasan seputar strategi membangun bisnis yang berkelanjutan, mulai dari perencanaan keuangan, pengelolaan risiko, hingga pengembangan usaha di tengah dinamika ekonomi.
Apalagi, bagi banyak orang di Indonesia, pekerjaan sampingan atau side hustle menjadi cara untuk menjaga kondisi finansial tetap stabil di tengah meningkatnya kebutuhan hidup. Fenomena ini turut tercermin dalam studi terbaru Prudential plc yang menunjukkan bahwa 43 persen responden di Indonesia memiliki pekerjaan tambahan di luar pekerjaan utama. Di satu sisi, hal ini mencerminkan semangat masyarakat Indonesia untuk tetap produktif, namun di sisi lain juga menunjukkan adanya tekanan finansial yang mendorong mereka mencari sumber penghasilan tambahan.
Dalam konteks tersebut, perencanaan yang konsisten dan terarah menjadi kunci. Salah satu solusi yang dapat mendukung adalah melalui Asuransi Jiwa PRUMapan dari Prudential Indonesia yang menawarkan premi bulanan mulai dari kisaran Rp200.000 dengan skema pembayaran yang fleksibel, disertai kepastian nilai melalui Manfaat Dana Mapan, serta proses pendaftaran yang praktis tanpa perlu pemeriksaan medis.
Produk ini memberikan perlindungan jiwa baik untuk risiko meninggal dunia karena sebab alami maupun tambahan akibat kecelakaan, sesuai dengan ketentuan Polis. Selain itu, tersedia Manfaat Dana Mapan yang dapat mulai diterima mulai usia 55 hingga 75 tahun (atau 20 tahun setelah mencapai Usia Mapan) yang bisa dimanfaatkan sebagai tambahan modal untuk memulai atau melanjutkan ide bisnis agar lebih berkelanjutan.
Selain itu tersedia fleksibilitas melalui pilihan Manfaat Dana Mapan yang dibayarkan lebih awal apabila telah melunasi setidaknya 11 pembayaran Premi atau setidaknya ketika Tertanggung mencapai Usia 45 tahun, mana yang paling akhir terjadi, serta pilihan Manfaat Dana Mapan dibayarkan lebih besar di awal.
Sebagai contoh, Dimas (25), seorang pegawai swasta dengan penghasilan rata-rata Rp6 juta per bulan, mulai merencanakan masa depannya sejak dini, termasuk membuka coffee shop rumahan sebagai impian jangka panjang. Dengan menyisihkan sebagian penghasilannya secara rutin, Dimas mulai membangun fondasi finansial untuk mewujudkan tujuan tersebut. Jika Dimas (25) membayar Premi bulanan Asuransi Jiwa PRUMapan sebesar Rp300 ribu per bulan hingga usia mapan 55 tahun, maka Dimas akan mendapatkan pembayaran Manfaat Dana Mapan sebesar Rp13,53 juta per tahun sebanyak 21 kali (total Rp284,13 juta) hingga usia 75 tahun saat Polis berakhir.
Dengan perencanaan yang tepat, generasi muda tetap dapat memenuhi kebutuhan hari ini tanpa mengorbankan tujuan jangka panjang, dan dapat membangun kestabilan bisnis di masa depan tanpa harus bergantung pada momentum tertentu.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement